Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Akhirnya Mengeluarkan Surat Edaran (SE)

News —Selasa, 23 Februari 2021 08:45 WIB
    Bagikan:  
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Akhirnya Mengeluarkan Surat Edaran (SE)
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo - Humas Polri

POSKOTAJATIM

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Akhirnya Mengeluarkan Surat Edaran (SE) , Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, tentang Penanganan Kasus UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), Senin (22/02/2021). Surat edaran Kapolri ini dikeluarkan dalam rangka memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Akhirnya Mengeluarkan Surat Edaran (SE),  Secara lengkap, judulnya adalah Surat Edaran tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif yang mempertimbangkan penerapam Undang Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Akhirnya Mengeluarkan Surat Edaran (SE) , Surat Edaran itu bernomor: SE / 2/11/2021 ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada Jumat, 19 Februari 2021. UU ITE sekarang ini, kontradiktif dengan hak kebebasan berekspresi masyarakat melalui ruang digital. So, as not give as a music for society.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 23 Februari 2021, Leo Leo Tidak Butuh Waktu Lama, Virgo Butuh Waktu Bersama

[page-pagination]

"Maka diharapkan kepada seluruh anggota Polri berkomitmen menerapkan penegakan hukum yang dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dalam Surat Edaran tersebut yang isinya juga bisa dijadikan petunjuk pelaksanaan bagi anggota Polri dalam menegakn UU ITE itu.

Bahwa dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan dimaskud, Polri senantiasa mengedepankan edukasi dan langkah persuasif sehingga dapat menghindari dugaan kriminalisasi terhadap orang yang dilaporkan serta dapat menjamin ruang digital Indonesia agar tetap bersih, sehat, beretika, dan produktif.

Penyidik ​​Polri pun melihat memedomani hal-hal sebagai berikut:

Sebuah. mengikuti perkembangan pemanfaatan ruang digital yang terus berkembang dengan segala macam masalahnya

b. Memahami budaya beretika yang terjadi di ruang digital dengan menginventarisir berbagai dampak dan dampak yang terjadi di masyarakat

BACA JUGA:  Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta Malam Ini, Selasa 23 Februari 2021, Mama Sarrah Akui Membunuh Roy, Al Lakukan Tes DNA Reyna

[page-pagination]

c. mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui virtual police dan virtual alert yang bertujuan untuk memonitor, mengedukasi, memberikan peringatan, serta mencegah masyarakat dari tindak pidana siber

d. dalam menerima laporan dari masyarakat, penyidik ​​harus dapat dengan tegas membedakan kritik, masukan, hoaks, dan pencemaran nama baik yang dapat dipidana untuk menentukan langkah yang akan diambil

e. sejak penerimaan laporan, agar penyidik ​​berkomunikasi dengan para pihak, terutama korban (tidak diwakilkan) dan memfasilitasi serta memberi ruang seluas-luasnya kepada para pihak yang bersengketa untuk melaksanakan mediasi.

f. Melakukan kajian dan gelar perkara secara menyeluruh terhadap perkara yang bergerak dengan melibatkan Bareskrim / Dittipidsiber (dapat melalui rapat zoom) dan mengambil keputusan secara kolektif berdasarkan fakta dan data yang ada

BACA JUGA:  Presiden China Xi Jinping Ingin Memperbaiki Hubungan Dengan Amerika Serikat

[page-pagination]

g. Penyidik ​​berprinsip bahwa hukum pidana merupakan upaya terakhir dalam penegakan hukum (ultimatum remidium) dan mengedepankan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara.

h. Terhadap para pihak dan / atau korban yang akan mengambil langkah damai agar menjadi bagian prioritas penyidik ​​untuk dilaksanakan keadilan restoratif terkecuali perkara yang bersifat memecah belah, SARA, radikalisme, dan separatisme

saya. korban yang tetap ingin perkaranya diajukan ke pengadilan namun tersangkanya telah sadar dan meminta maaf, terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan dan sebelum berkas diajukan ke JPU agar yang diberikan ruang untuk mediasi kembali

j. penyidik ​​agar berkoordinasi dengan JPU dalam pelaksanaanya, termasuk memberikan saran dalam hal pelaksanaan mediasi pada tingkat penuntutan

k. Agar pengawasan dilakukan secara berjenjang terhadap setiap langkah penyidikan yang diambil dan memberikan penghargaan serta hukuman atas pimpinan secara berkelanjutan.  (adji / menang)

BACA JUGA: Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Akhirnya Mengeluarkan Surat Edaran (SE)

Editor: Tania
    Bagikan:  

Berita Terkait