Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat dan Malas Gerak, Dapat Memicu Terjadinya Kanker

Style —Senin, 22 Februari 2021 18:45 WIB
    Bagikan:  
Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat dan Malas Gerak, Dapat Memicu Terjadinya Kanker
Ilustrasi - Poskota Jabar

POSKOTAJATIM

Dilansir organisasi kesehatan dunia atau WHO, lebih dari 1,4 miliar orang dewasa menghadapi risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit jantung, diabetes, demensia, dan jenis kanker tertentu. Gara-garanya, mereka kurang aktif secara fisik.

Kebiasaan hidup kurang gerak, akibat gaya hidup tak aktif sekarang ini membuat lebih dari seperempat orang dewasa di penjuru dunia berisiko terkena penyakit serius. Salah satunya adalah penyakit kanker.

Penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Pemicu penyakit ini kadang-kadang dari hal-hal yang sederhana tetapi sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

BACA JUGA:  Ketika Anak Anda Kecanduan Gadget, Lakukan 5 Hal Berikut Ini

[halaman-pagination]

Beberapa di antaranya ya tadi, gaya hidup tak sehat yang kurang berolahraga, tidak menjaga badan sehat dan mengonsumsi makanan tak sehat. Faktor-faktor yang berkontribusi pada 35 persen risiko Anda terkena kanker.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, kebiassan merokok juga menjadi salah satu pemicunya. Bila Anda perokok dan masih terus melakukan kebiasaan itu, kemungkinan besar akan terkena

Penyakit mematikan itu akan bertambah 30 persen. Ia menjelaskan, tubuh biasanya akan mengeyahkan sel-sel yang tumbuh tidak normal. Namun, saat kondisi di luar tubuh akibat gaya hidup tidak sehat termasuk kebiasaan merokok, kurang bergerak dan konsumsi makanan mengandung bahan pembentuk kanker terlampau kuat, maka sel tak normal terus tumbuh dan menjadi benjolan atau disebut tumor.

BACA JUGA:  Klaim Voucher Hadiah Menarik, 5 Kode Redeem PUBG Hari ini, Senin 22 Februari 2021

[page-pagination]

"Sel (tidak normal) ini mempunyai kemampuan untuk tumbuh sembarangan, cepat, mengganggu sel sekitarnya. Lalu muncul ke permukaan dan disebut tumor atau kumpulan sel yang tumbuh tidak teratur. Ada tumor jinak dan ganas," ujar dia dalam sebuah virtual briefing bersama perwata, ditulis Minggu 21/2/2021).

Lebih jauh Aru mengatakan, faktor risiko kanker sebesar 90 persen berasal dari lingkungan, sementara sisanya berasal dari gen yang rusak dengan presentase 5-10 persen. Ini artinya, sebagian besar kerusakan pada seseorang sesudah lahir alias akibat lingkungan atau gaya hidup.

Pada kasus kanker nasofaring misalnya, salah satu pencetusnya konsumsi makanan mengandung bahan karsinogen seperti ikan asin yang diolah tak benar sehingga mengandung zat nitrosamin. Zat ini sama seperti yang ditemukan pada sosis ini tergolong karsinogen atau bahan yang melahirkan kanker.

BACA JUGA:  Pertandingan Liga Jerman, Hoffenheim Akhiri Kemenangan Melawan Werder Bremen 4-0

[page-pagination]
Kemudian, terakit vaksinasi pada pasien kanker, Aru menuturkan, "Sekarang ini selesaikan kemoterapi baru vaksinasi Covid-19. Kita juga bisa mengambil timing antara kemo dan kemo, bisa dilakukan vaksinasi dengan harapan, dan antibodi. Kalau berbahaya sih tidak, hanya apa efektif atau tidak ".

Jadi, kanker terdekat dilabeli sebagai penyakit genetik, tetapi faktor risiko pencetus terbesarnya adalah gaya hidup tak sehat antara lain kurang berolahraga dan tidak menerapkan pola makan tak sehat yang bisa berkontribusi pada bobot tubuh 

Biasakan hidup lebih sehat dari sekarang, karena mencegah lebih baik dari pada perawatan dan lagi jika tidak kita yang menjaga tubuh kita sendiri, siapa lagi? 

BACA JUGA: Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat dan Malas Gerak, Dapat Memicu Terjadinya Kanker

Editor: Tania
    Bagikan:  

Berita Terkait