Kenali Gejala, Jenis, dan Penyebab Buta Warna

Health —Kamis, 18 Februari 2021 12:19 WIB
    Bagikan:  
Kenali Gejala, Jenis, dan Penyebab Buta Warna
tes buta warna

POSKOTAJATIM

Buta warna adalah salah satu kelainan pengelihatan saat penderitanya mengalami defisiensi dalam mengenali warna. Ini adalah kondisi dimana kualitas penglihatan terhadap warna berkurang. Seseorang yang menderita penyakit ini akan sulit membedakan warna tertentu (buta warna sebagian) atau bahkan seluruh warna (buta warna total).

Menurut Colour Blind Awareness, 1 dari 12 pria dan 1 dari 200 wanita di dunia mengalami buta warna. Banyak orang sering menganggap bahwa buta warna menyebabkan penderitanya hanya bisa melihat warna hitam dan putih saja.

BACA JUGA : Isu Perselingkuhan Dendan Nissa Sabyan, Ayus Sabyan Tinggalkan Rumah sejak Januari

Hal ini tidak sepenuhnya salah, meskipun termasuk dalam kondisi yang jarang terjadi. Dalam kebanyakan kasus buta warna, penderitanya masih dapat melihat sesuatu sejelas yang dilihat orang normal. Hanya saja, mata penderita tidak mampu menangkap cahaya merah, hijau, kuning, atau biru.

Meskipun sebenarnya masalah kemampuan mata tidak dapat menangkap cahaya warna berlaku pada seluruh spektrum warna. Buta warna merupakan penyakit seumur hidup. Namun, penderitanya dapat melatih diri beradaptasi dengan kondisi ini, sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan normal.

BACA JUGA : Berikut 8 Kebiasaan Buruk Sebelum Tidur yang Harus Dihindari

Jenis-Jenis Buta Warna

Dilansir dari National Eye Institute, bahwa ada tiga jenis buta warna. Buta warna yang paling umum adalah buta warna merah-hijau, yaitu penderitanya tidak dapat membedakan warna merah dan hijau. Jenis buta warna yang kedua adalah buta warna biru-kuning yang menyebabkan penderitanya sulit membedakan kedua warna tersebut. Jenis buta warna yang terakhir adalah buta warna total atau yang juga disebut sebagai monokromasi. Kasus buta warna total ini sangat jarang ditemui. Para penderita buta warna total akan kesulitan melihat dengan jelas dan lebih sensitif terhadap cahaya.

BACA JUGA : Pegulat yang Dulu Gagah dan Kekar, Tyler Reks Kini Feminin karena Jadi Transgender

[page-pagination]

Gejala Buta Warna

Para pengidap buta warna mungkin hanya bisa melihat beberapa gradasi warna saja, sementara sebagian besar orang dapat melihat ratusan warna. Sebagai contoh, ada penderita buta warna yang  tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Beberapa orang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami buta warna, dan akan sadar ketika mereka menjalani tes penglihatan warna.

BACA JUGA : Nama Anak Pertama Fiersa Basari yang Unik Hingga Trending di Twitter, Kinasih Menyusuri Bumi

Penyebab Buta Warna

Dilansir dari AloDokter, pada dasarnya mata memiliki sel-sel saraf khusus mengandung pigmen yang bereaksi terhadap warna dan cahaya. Sel ini memiliki tiga pigmen yang berfungsi mendeteksi warna merah, hijau, dan biru.

Pada seseorang yang menderita buta warna, sel pigmen tersebut mengalami kerusakan atau tidak berfungsi, sehingga mata tidak dapat mendeteksi warna-warna tertentu atau bahkan seluruh warna.

 Kerusakan sel tersebut terjadi karena adanya kelainan gen yang diturunkan dari orang tua ke anak. Selain kelainan genetik, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan rusaknya sel, yaitu:

- Menderita penyakit diabetes, galukoma, atau multiple sclerosis.

- Efek samping obat digoxin, ethambutol, phenytoin,chloroquine, dan sildenafil.

- Terpapar zat kimia carbon disulfideyang dipakai dalam industry rayon, dan styrene yang digunakan dalam industry plastik serta karet.

- Kerusakaan atau cedera pada mata akibat kecelakaan.

Namun, faktor usia juga dapat menjadi faktor penyebab seseorang menderita buta warna. Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata dalam menangkap cahaya dan warna akan berkurang. Ini merupakan proses alami yang dapat terjadi pada semua orang.

BACA JUGA : Ramalan Zodiak Karier Hari Ini, Kamis 18 Februari 2021, Sagitairus Segera Bekerja, Taurus Stress Sendiri

[page-pagination]

Penanganan Buta Warna

Kebanyakan kasus buta warna ini disebabkan oleh bawaan, atau faktor genetik sehingga tidak dapat disembuhkan. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Washington University menyebutkan bahwa terapi gen disebut mampu mengobati buta warna merah-hijau pada primata. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa terapi gen mampu membangun sirkuit saraf untuk dimensi baru sensasi warna. Terapi ini lebih efektif dijalankan pada primata yang lebih muda. Meskipun baru diuji coba pada primata, temuan ini memberikan pandangan positif terhadap terapi gen yang berpotensi menyembuhkan buta warna pada manusia.

Lalu, gaya hidup atau pengobatan rumahan seperti apakah yang dapat dilakukan untuk mengatasi buta warna?. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi tersebut: Yang pertama Anda bisa mencoba cara dengan menghafalkan urutan benda berwarna. Jika Anda tidak dapat membedakan warna lampu merah dengan baik, Anda dapat menghafalkan urutan warnanya.

Yang kedua, coba Anda labeli barang berwarna yang ingin Anda cocokkan dengan benda lain. Minta seseorang dengan penglihatan yang baik untuk membantu Anda menyortir dan melabeli pakaian Anda. Kemudian Anda dapat menyusun pakaian Anda setelah mengkombinasikannya.

Kondisi buta warna bisa membuat Anda kesulitan dan membatasi kegiatan Anda dalam pekerjaan. Namun pada kebanyakan kasus, kondisi tersebut bukan hal serius pada mata. Dengan kesabaran dan latihan, orang dengan kondisi ini bisa beradaptasi. Menurut American Optometric Association, beberapa terapi bisa mengembalikan penglihatan warna pada model hewan, tapi metode yang sama masih dikembangan untuk manusia.  (ES)

Editor: Tania
    Bagikan:  

Berita Terkait