Webinar Implementasi Pembayaran Digital, Bank Indonesia Kejar Target 12 Juta Merchant QRIS Tersebar di Indonesia Tahun 2021

News —Minggu, 14 Februari 2021 10:56 WIB
Editor: Tania
    Bagikan:  
Webinar Implementasi Pembayaran Digital, Bank Indonesia Kejar Target 12 Juta Merchant QRIS Tersebar di Indonesia Tahun 2021
Webinar Implementasi Pembayaran Digital untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Daerah dihadiri para Narasumber
POSKOTAJATIM, TASIKMALAYA.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Webinar “Implementasi Pembayaran Digital untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Daerah, serta Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,".

Webinar tersebut digelar dalam rangka menuju target 12 juta Merchant QRIS Nasional tahun 2021, dan dilaksanakan secara langsung dari Hotel Amaris Kota Tasikmalaya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Dalam kegiatan Webinar diisi oleh narasumber Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ricky Satria, Vice President Bank Mandiri Area Tasikmalaya, Nana, Manager Bisnis Bank BJB Tasikmalaya, Diena Nurul Hikmah, Regional Head OVO Jawa Barat, Rivo Rolyn dan  M. Suryo Masedo LinkAja Business Development Senior Assosiate Syariah Tasikmalaya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Darjana, menyampaikan bahwa QRIS merupakan standarisasi QR code, dimana hanya dengan satu barcode dapat menerima pembayaran dari semua aplikasi sistem pembayaran, seperti Gopay, Dana, Link Aja, OVO, serta berbagai aplikasi pembayaran dari perbankan.


Sementara, itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto, menyampaikan, dalam rangka digitalisasi, Bank Indonesia melalui sistem pembayaran terus berupaya merumuskan kerangka kebijakan untuk mendorong kelancaran sistem pembayaran nasional, antara lain dengan mendorong transaksi non tunai dan peluncuran QRIS.

Menurutnya, pemanfaatan QRIS menjadi salah satu solusi dalam menyikapi wabah Covid-19 yang mampu mengurangi pola interaksi dalam memudahkan transaksi perdagangan, layanan publik, transaksi pemerintah daerah, dan kegiatan ibadah keagamaan

Ricky Satria memaparkan bahwa benefit penggunaan QRIS adalah lebih higienis sehingga membantu mengurangi penyebaran Covid-19, mengikuti tren dengan cara bayar non tunai, mudah didistribusikan via aplikasi messaging dan membantu pengembangan inklusi ekonomi bagi pemerintah.

[page-pagination]


Sejalan dengan pemaparan tersebut, Nana menyampaikan bahwa QRIS merupakan salah satu alternatif pembayaran secara non tunai yang aman dan higienis. Bank Mandiri siap berkolaburasi dengan Bank Indonesia untuk terus mensosialisasikan QRIS kepada masyarakat.

Adapun Diena Nurul Hikmah memaparkan bahwa telah adanya awareness dari para pelaku usaha, nasabah maupun debitur dari perbankan yang telah merasakan manfaat dan kemudahan menggunakan QRIS secara langsung, sehingga dapat memudahkan pihak perbankan untuk mensosialisasikan penggunaan QRIS kepada masyarakat.

Dari sisi penyelenggara jasa sistem pembayaran non bank, LinkAja juga telah mengeluarkan e-wallet berbasis syariah yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, sebagaimana dipaparkan M. Suryo Masedo – LinkAja Business Development Senior Assosiate Syariah Tasikmalaya.

Selanjutnya, Rivo Rolyn Regional – Head OVO Jawa Barat menjelaskan bahwa OVO Jabar memiliki program semangat lokal dalam rangka mendukung Pekan Ekonomi dan Keuangan Digital Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada bulan April 2021 melalui strategi akuisisi terhadap pengrajin-pengrajin binaan Dekranasda Jabar, sektor Pariwisata dan tempat Ibadah.

Dengan sinergi dan kolaburasi antar PJSP baik perbankan maupun non bank dalam implementasi QRIS di berbagai sektor, diharapkan dapat mendorong pencapaian target 12 juta merchant QRIS Nasional pada tahun 2021," paparnya. (Kris)
Editor: Tania
    Bagikan:  

Berita Terkait