Duta Besar RI (Dubes RI) untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang Meninggal Dunia

News —Minggu, 14 Februari 2021 08:45 WIB
Editor: Tania
    Bagikan:  
Duta Besar RI (Dubes RI) untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang Meninggal Dunia
Dubes RI untuk Filipina - Foto by Poskota Jabar

POSKOTAJATIM

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang, meninggal dunia Sabtu (13/02/2021) dini hari di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta Selatan. Sinyo Harry Sarundajang wafat pada usia 76 tahun. Rencananya, jenazah Sinyo Harry Sarundajang, akan dimakamkan di Minahasa, Sulawesi Utara.

BACA JUGA : Begini Reaksi Krisdayanti Ditanya soal Rencana Pernikahan Aurel-Atta Halilintar

"Pada hari Senin pagi kita bawa ke Manado. Akan dimakamkan di Minahasa," kata  salah seorang anak almarhum, Vanda Sarundajang.

Almarhum Sinyo Harry Sarundajang yang bertugas di Filipina sejak tahun 2018, meninggalkan 5 orang anak dan 12 cucu. Di mata keluarga, almarhum sebagai sosok yang tegas dan penyayang.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Hari Ini, Minggu 14 Februari 2021, Leo Resah, Cancer Datang Jodoh

Vanda menyampaikan, almarhum ayahnya sudah menderita sakit sejak lama. Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit, kondisinya sempat membaik dan kemudian menjalani perawatan di rumah.

"Sakit sudah sejak beberapa waktu belakangan ini, memang satu dua bulan terakhir menurun kondisinya. Kita sudah rawat di RS sempat sehat kita bawa pulang dan melakukan perawatan di rumah," ujar Vanda, di rumah almarhum, Sabtu (13/02/2021).

BACA JUGA : Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta, Minggu 14 Februari 2021, Al dan Andin Bersatu, Angga Menghapus Email Roy yang Dikirimkan Pada Elsa

[page-pagination]

Vanda menceritakan, sebetulnya ayahnya masih bisa merespon bila ada orang yang mengajaknya berbincang. Namun, menjelang malam, kondisi almarhum ayahnya mulai drop dan mengalami demam tinggi.


BACA JUGA : Putri Anne Istri Arya saloka, Singgung Kemesraan Arya Saloka dan Amanda Manopo dalam Ikatan Cinta

"Saya tengok di kamar, kita cek saturasi oksigen suhu tubuhnya dan menjelang malam demam 38,4 derajat Celcius dan saturasi oksigen menurun kita bawa ke RS di UGD kurang lebih jam 9 malam, tentu sudah swab PCR dan puji Tuhan negatif. Jadi, emang papa meninggal itu pada pukul 00.31 WIB, tanggal 13, karena sakit yang di deritanya," jelasnya.

Sejumlah pelayat pun nampak mendatangi kediaman almarhum, yang terletak di Jalan Danur Indah XI, Komplek Perumahan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa dari kerabat dan pejabat berjejer di depan kediaman almarhum. (Yono/win)

Editor: Tania
    Bagikan:  

Berita Terkait