Presiden Jokowi Mengakui Insentif Untuk Insan Pers Masih Belum Memadai

News —Selasa, 9 Februari 2021 16:41 WIB
Editor: Tania
    Bagikan:  
Presiden Jokowi Mengakui Insentif Untuk Insan Pers Masih Belum Memadai
Presiden Jokowi - Foto by Poskota Jabar

POSKOTAJATIM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, insentif yang diberikan pemerintah berupa keringanan dan bantuan kepada industri media serta awak media, tidak seberapa dibandingkan sektor usaha lainnya di Tanah Air. Padahal, industri pers, sebagaimana sektor swasta yang lain, sedang menghadapi masalah perusahaannya, terutama masalah keuangannya yang tidak mudah. Oleh karena itu, pemerintah terus berusaha meringankan industri media, dengan memberikan insentif. 

"Belum signifikannya insentif yang diberikan karena pemerintah berada pada posisi yang sangat berat, khususnya dalam menangani permasalah kesehatan dan menggerakkan roda perekonomian yang terdampak Covid-19, termasuk belanja vaksin yang cukup besar," kata Presiden Jokowi saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (09/02/2021).  

BACA JUGA : Artis Aura Kasih Akhirnya Ungkap Penyebab Perceraiannya dengan Eryck Amaral

Dalam acara peringatan HPN itu, juga hadir Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Menkominfo Johnny G. Plate, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Umum PWI Atal Sembiring Depari.

BACA JUGA : Ramalan Zodiak Kesehatan Hari ini Selasa 9 Februari 2021, Aquarius Harus Bugar, Leo Mengalami Sakit Punggung

[page-pagination]

 

Presiden menyebutkan, insentif yang telah diberikan tertuang dalam PPH 21 bagi awak media dan telah dimasukkan ke dalam daftar pajak yang ditanggung oleh pemerintah. "Artinya, pajak dibayar oleh pemerintah dan ini berlaku sampai Juni 2021. Tolong, ini diikuti dan dikawal dengan Menteri Keuangan,” ujar Jokowi.

Selain itu, lanjut Jokowi, bagi industri media dilakukan pengurangan PPh Badan, kemudian pembebasan PPh 2 Impor, dan percepatan restitusi. Insentif ini berlaku sampai Juni 2021. “Insentif yang juga diberlakukan kepada industri lain ini, juga diberikan kepada industri media, termasuk abodemen listrik,” tutur Jokowi.


BACA JUGA : Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Menguat Pada Perdagangan Pagi Ini di Level Rp13.995/USD

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengucapkan selamat hari pers kepada seluruh insan pers di seluruh Indonesia. "Saya tahu di saat pandemi sekarang ini rekan-rekan pers tetap bekerja di garis terdepan, untuk mengabarkan setiap perkembangan situasi," tutur Jokowi. 

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Menciptakan Pelayanan Publik yang Prima, Cepat dan Profesional

Selain itu, Presiden juga mengucapkan terima kasih atas peran pers yang telah menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, menjaga optimisme serta menjaga harapan. "Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh insan pers karena membantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan," jelas Jokowi. 

Menurut Presiden, insan pers juga membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan tepat. "Saya menyadari insan pers juga menghadapi masa masa sulit di era pandemi sekarang ini. Kami semua tahu bahwa permasalahan kesehatan dan ekonomi membebani semua negara termasuk Indonesia," tandasnya.  (johara/ys)

Editor: Tania
    Bagikan:  

Berita Terkait