Advertisement

Ada 9 Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Belum Serahkan Sampel DNA  

News —Rabu, 13 Januari 2021 13:48 WIB
    Bagikan:  
Ada 9 Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Belum Serahkan Sampel DNA   
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono (tengah) keterangan pers hasil pemeriksaan tim DVI di RS Polri Kramat Jati. (Ifand)

POSKOTAJATIM

Proses pengumpulan data antemortem untuk mengidentifikasi jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182 belum rampung.

Pasalnya, masih ada sembilan keluarga yang belum menyerahkan sampe DNA untuk kepentingan pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, hingga kini Tim DVI baru menerima 112 sampel DNA dari keluarga korban yang merupakan data antemortem.

Data yang diterima itu belum semuanya karena mengingat ada 62 orang didalam pesawat. "Belum semua keluarga memberikan sampel DNA, dari data kami masih kurang sembilan keluarga lagi," katanya, Rabu (13/01/2021) WIB.

 

BACA JUGA : Kronologis Penemuan Black Box Sriwijaya Air SJ182 Oleh Tim Gabungan, Panglima TNI Buka Suara

 

Dikatakan Rusdi, sampel DNA tetap perlu karena tidak semua bagian jenazah yang berhasil dievakuasi petugas bisa dengan cepat memeriksa sidik jari.

Seperti keempat korban yang sudah berhasil di identifikasi dari hasil pencocokan sidik jari data antemortem dan posmortem (setelah kematian).

"Karena itu kami berharap sembilan keluarga ini bisa memberikan sampel DNA-nya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri, Kombes Ratna mengatakan, identifikasi lewat DNA memang lebih lama dibanding dua parameter identifikasi lain.

 

BACA JUGA : Amanda Manopo Unfollow Insagram Billy Syahputra, dan menghapus Foto Kemesraan Mereka, Bertengkar atau Putus?

 

Karena kalau sidik jari sudah tercatat di data kependudukan e-KTP pemerintah. "Sementara identifikasi gigi yang bisa dicocokkan lewat catatan pemeriksaan gigi korban," ujarnya.

Identifikasi lewat DNA, sambung Ratna, makan waktu karena selain memilah sampel DNA dari keluarga, mendapatkan DNA dari jenazah butuh waktu lewat uji laboratorium.

"Nanti baru muncul gambaran DNA kita analisa misalnya ada lima sampel DNA dari antemortem (keluarga), 10 dari posmortem (jenazah) kita cocokan satu-persatu," tutur Ratna.

 

BACA JUGA : Vaksin Sinocav Mulai Disuntikan Hari Ini, Berikut Hukuman dan Denda Bagi yang Menolak Vaksin

Untuk informasi, hingga pukul Rabu (13/1/2021) Tim DVI sudah menerima 137 kantong jenazah dan 35 kantong properti hasil evakuasi petugas di perairan Pulau Seribu.

Tim identifikasi gabungan ini pun masih melakukan pemeriksaan dengan mencocokan data antemortem dan data postmortem. (ifand/tri)

Editor: Tania
    Bagikan:  

Berita Terkait