Seni Sandur di Jombang Menanti Perhatian Pemerintah Setempat

Jumat, 3 Februari 2023 19:04 WIB

Share
Tari Sandur sanggar Panji Arum (Foto: Istimewa)
Tari Sandur sanggar Panji Arum (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Sandur yang masyarakat kenal adalah jenis kesenian yang ada di pulau Madura, kesenian teater tradisional yang populer di Bojonegoro Tuban dan Jombang.

Berupa drama tari dengan mengambil cerita lokal, kesenian teater ini tidak berbeda dengan teater tradisional lainnya yang bersifat sederhana dalam penyajiannya.

Salah satunya adalah Tari Topeng Sandur Panji Arum yang ada di Desa Manduro Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Menurut Rifa'i pimpinan Sanggar Panji Arum, di Jombang hanya ada 3 group Sandur, tapi yang eksis hanya Panji Arum.

Group lainnya terkendala tidak adanya wiyaga atau pengrawit yang mengiringi pementasan Sandur.

Di Sanggar Panji Arum sendiri sudah melakukan upaya regenerasi sejak tahun 2022, bahkan tercacat anggota termuda berusia 25 tahun sehingga group kesenian ini bisa kokoh hingga saat ini.

Yang dikeluhkan Rifa'i saat ini adalah belum maksimalnya peran Pemerintah Kabupaten Jombang dalam upaya melestarikan kesenian yang hampir punah ini.

Dirinya sangat berharap kepada pemerintah setidaknya dalam event tertentu Sandur bisa menjadi pilihan hiburan dalam kegiatan kebudayaan di tingkat regional.

"Saya berharap pemerintah mau memperhatikan seni Sandur ini dengan mementaskan di tingkat kabupaten, propinsi, atau di tingkat nasional," kata Rifai.

Sementara itu Sri Dwi Astuti, pengurus Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jatim yang hadir pada pergelaran Sandur Panji Arum di Balai Desa Manduro, Senin 30 Januari lalu, mengatakan.

"Kesenian ini mengajarkan budi pekerti, gotong royong, dan tenggang rasa pada setiap pertunjukannya.

Juga terdapat nilai-nilai di dalamnya seperti nilai edukatif, moral, keindahan, religius, dan hiburan.

Harusnya pemerintah kabupaten Jombang ikut andil dalam mengembangkan kesenian ini," ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Jombang ini.

Sedangkan Ki Bagong Sabdo Sinukarto Ketua FPK Jatim berharap, jangan sampai di Jawa Timur ada seni tradisi yang termarjinalkan hanya karena dianggap tidak layak jual.

"Peran dinas teknis sangat diperlukan untuk tetap lestarinya kesenian daerah  bisa memajukan kesenian, bukan membiarkan tersisih dan akhirnya mati," pungkasnya.(GG)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler