Inilah Lima Transisi Energi Yang Dilakukan Petrokimia Gresik

Sabtu, 3 Desember 2022 20:24 WIB

Share
Sebanyak 150 unit sepeda motor pabrik (plant use) yang menjadi kendaraan listrik. (Foto: Istimewa)
Sebanyak 150 unit sepeda motor pabrik (plant use) yang menjadi kendaraan listrik. (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Penghargaan Industri Hijau Kinerja Terbaik 2022, usai diraih Petrokimia Gresik dari Kementerian Perindustrian diwujudkan melalui transisi energi yang sempat menjadi isu utama dalam Presidensi G20 Indonesia.

Pertama, membangun solar cell di area pelabuhan berkapasitas 22 kWp yang  dimanfaatkan untuk operasional Pelabuhan Petrokimia Gresik.

Selain ramah lingkungan, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkontribusi menurunkan emisi gas karbondioksida (CO2) sebesar 8,78 ton.

"Upaya transisi energi ini menyumbangkan efisiensi hingga 73,24 persen, dari  pengoperasian pelabuhan sebelumnya," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo.

Program kedua dan ketiga, Petrokimia Gresik memanfaatkan Penerangan Jalan Umum (PJU) bertenaga surya, serta suplai listrik dari pembangkit geothermal bekerja sama dengan PLN.

"Penggunaan geothermal ini dibuktikan dengan Renewable Energy Certificate (REC) 1800 unit atau setara 2,5 Mega Watt produksi listrik," ujar Dwi Satriyo.

Keempat, Petrokimia Gresik melakukan substitusi 150 unit kendaraan pabrik (plant use) yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik.

Program kelima, pemanfaatan produk sekunder yaitu gipsum yang telah dinyatakan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Khusus sebagai bahan baku pupuk.

Dimana selama 2015-2022, telah diproduksi sebanyak 1.689.405 ton pupuk ZA berbahan gipsum. Petrokimia Gresik juga mengoptimalkan 1.249.872,46 ton gipsum, untuk produksi NCG dan Petro-Cas.

Untuk memproduksi purified gypsum, selama 2015 hingga 2022, Petrokimia Gresik memanfaatkan 5.247.342,24 ton.gipsum.

"Dari pemanfaatan gipsum selama tujuh tahun ini, kami mampu mereduksi gas rumah kaca hingga 89,15 ton karbon dioksida dari penggunaan alat transportasi dan alat berat," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo. (san)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar