Akibat Tekanan Ekonomi, Seorang Kakek Nekat Akhiri Hidupnya Gatung Diri

Sabtu, 3 Desember 2022 15:21 WIB

Share
Petugas saat melakukan olah TKP (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)
Petugas saat melakukan olah TKP (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Warga Desa/Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, pada Jumat pagi 2/12/22) sekitar pukul 05.00 WIB dikejutkan dengan ditemukannya seorang yang gantung diri. Diketahui yang nekat mengakhiri hidupnya tersebut yakni mbah Sukimin (61) merupakan warga RT.03/RW.03 dusun/desa Kesamben.

Adapun kejadian saat ditemukan aksi gantung diri itu, lokasinya di dapur rumahnya dengan seutas tali plastik, atas peristiwa tersebut langsung ditangani oleh Polsek Kesamben dan Unit Inafis Satreskrim Polres Blitar, setelah adanya laporan dari pihak Kantor Desa Kesamben.

Peristiwa kejadian itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Tika Pusvita Sari melalui Kasi Humas Iptu Udhiyono pada wartawan pada Jumat (2/12/22) pagi di ruang kerjanya.

Petugas unit Inafis saat melakukan olah TKP (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)


Menurut Iptu Udhiyono, awal pertama kejadian gantung diri itu ditemukan oleh Ari Widiono (37) menantu korban (Sukimin), ketika mau membuka dapur yang bersebelahan dengan rumah induk, dan melihat ada orang gantung diri.

"Setelah didekati ternyata yang gantung diri adalah Pak Saimin mertuanya, selanjutnya Ari memberitahukan Krisnawati (34) istrinya, dan akhirnya dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kesamben," kata Iptu Udhiyono.

Setelah menerima laporan kejadian itu Kapolsek Kesamben Iptu Suhartono bersama anggotanya termasuk team kesehatan Puskesmas, Babinsa Koramil Kesamben dan, perangkat desa datang untuk ikuti olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar.

"Saat ditemukan korban didalam rumahnya sudah posisi menggantung di dalam dapur samping rumahnya dengan menggunakan tali tambang plastik warna biru yang diikatkan di bandar kayu dalam kamar setinggi 2,5 meteran dengan posisi kaki bersimpuh," tambah Iptu Udhiyono.

Masih menurut Iptu Udhiyono seijin Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom.S.IK, dalam olah TKP bersama tim Kesehatan Puskesmas Kesamben, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau akibat benda lain, dengan ciri kas orang gantung diri seperti mengeluarkan spema, mengeluarkan tinja dan lidah menjulur.

Penyebab korban nekat akhiri hidupnnya menurut keterangan anak dan menantu korban kepada petugas,  dikarenakan korban mengalami depresi karena ekonomi, ditambah kios daganganya di pasar Kesamben ikut ludes terbakar pada Minggu malam (27/11/22).

"Atas kejadian tersebut pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi pada korban dan menerima kejadian sebagai musibah, selanjutnya pihak keluarga membuat surat pernyataan yang diketahui oleh pihak perangkat desa setempat (Kesamben), untuk barang bukti yang diamankan berupa tali tambang plastik warna biru sepanjang 2 meter, kaos berkerah lengan pendek warna hijau kombinasi krem dan celana pendek warna krem milik korban. (Ari)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar