DPRD Gresik Seriusi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)

Rabu, 30 November 2022 16:56 WIB

Share
Tiga legislatif tengah memberikan paparan terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). (Foto: Istimewa)
Tiga legislatif tengah memberikan paparan terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Menyikapi banyaknya terjadi bencana alam dihampir seluruh wilayah Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), meluncurkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Program ini, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di satuan pendidikan yang ada di seluruh Indonesia.

Menindaklanjuti pelaksanaan program tersebut, Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, menggelar sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi rawan bencana di SDN 98 Desa Bulurejo Kecamatan Benjeng, Senin (28/11).

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga orang anggota DPRD Gresik sebagai narasumber, yakni H Abdullah Munir (Gerindra), H Khoirul Huda (PPP) dan Hj Lusi Kustianah (Golkar).

Dalam kesempatan pertama, Hj. Lusi Kustianah menjelaskan secara detil program tersebut dengan membawa materi bertema “Konsep Manajemen Kebencanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Pilar 123”

Menurut politikus asal Kecamatan Manyar ini, Pilar 123 terdiri dari tiga unsur penting. Yaitu fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah dan pendidikan pencegahan dan pengurangan resiko bencana.

Pilar 123, dinilai Hj Lusi, sangat tepat karena pada kenyataannya kepulauan Indonesia terbentuk dari titik-titik pertemuan lempeng bumi, sehingga sewaktu-waktu rentan sekali terjadi bencana.

“Inilah alasan kenapa materi ini harus disampaikan baik kepada pengelola pendidikan, anak didik dan masyarakat sekitar tempat pendidikan," ujarnya.

Sementara H. Abdullah Munir menegaskan, salah satu upaya menghindari bencana alam, seperti banjir, tempat pendidikan harus aman.

Untuk itu, di tahun anggaran 2023 nanti  dirinya mengupayakan pavingisasi untuk halaman SDN Bulurejo.

"Tujuannya agar bila terjadi banjir akibat meluapnya permukaan Kali Lamong, halaman sekolah tidak kebanjiran sehingga proses belajar mengajar bisa tetap.berlnagaung seperti biasanya," katanya.

Pemateri terakhir, Ketua DPC PPP Gresik H Khoirul Huda menegaskan, DPRD bersama Pemkab Gresik tidak akan tinggal diam terkait program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

"Kita akan memberikan perhatian serius. Semoga seluruh lembaga pendidikan, dan wilayah Kabupaten Gresik pada umumnya, dijauhkan dari berbagai bencana,” ucap Gus Huda sembari memanjatkan doa.

Acara yang dimoderatori Muchlas ini, diikuti secara proaktif oleh sejumlah tokoh masyarakat Desa Bulurejo. Juga tampak mengikuti acara hingga usai, Kepala SDN 98  Bulurejo Sururi, dewan guru dan perwakilan BPBD. (san)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar