Proyek Reservoir Rp7 Miliar di Terminal Bunder Gresik Abaikan Publik Safety

Sabtu, 26 November 2022 16:21 WIB

Share
Proyek reservoir di Terminal Bunder Gresik. (Foto: Istimewa)
Proyek reservoir di Terminal Bunder Gresik. (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Proyek pembangunan reservoir air di areal Terminal Bunder, Kabupaten Gresik senilai Rp7 miliar diduga mengabaikan publik safety (keselamatan masyarakat) sesuai Peraturan Menteri PUPR No. 21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.

Reservoir air adalah tempat penampungan air bersih, pada sistem penyediaan air bersih untuk melayani suatu wilayah.

Pantauan di lokasi, proyek yang digarap PT Gemilang itu terlihat alat berat beroperasi di pintu masuk Terminal Bunder areal Angkot, untuk melakukan pengerukan lahan guna pemasangan pondasi pagar. Sejumlah alat berat dan dump truck terlihat lalu lalang, mengangkut material tanah untuk urukan.

Namun kontraktor terlihat tidak menerapkan publik safety, sehingga keberadaan tanah bekas galian dan alat berat nampak semrawut dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar terminal.

Seorang sopir angkot mengeluhkan, proyek tersebut cukup bahaya bagi kendaraan uang akan masuk terminal. Karena tidak ada penutup proyek, sehingga kemungkinan bisa kepleset bekas galian.

"Pengerjaanya sepertinya asal asalan, terkesan semrawut. Masak penutup area proyek saja nggak ada. Setiap hari saya dan sopir lainnya keluar masuk terminal jadi was-was kuatir kepleset bekas galian," tandasnya.

Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Orkemas) Informasi Dari Rakyat (IDR) Choirul Anam mengatakan, basanya proyek seperti ini digarap dengan nekat karena mengejar target selesai yang sudah mepet, akibatnya publik safety kerap terabaikan.

"Sebenarnya banyak proyek Pemda yang mengabaikan publik safety, kebetulan proyek reservoir ini di terminal sehingga jadi sorotan. Jangan hanya mengejar target Desember harus selesai. Sekarang sudah akhir November, nggarapnya ngawur dampaknya merugikan masyarakat," jelasnya

Penanggungjawab proyek, Topan, mengaku terkendala membuang tanah bekas galian terkendala hujan sehingga seringkali longsor.

"Tanah saya buang nanti dikasih pagar seng lagi," katanya melalui pesan WhatsApp.

Ida Lailatussa’diyah, Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman mengaku telah menegur penanggungjawab proyek reservoir di Terminal Bunder agar dipasang pagar.

"Terimakasih infonya. Kemarin sudah kami tegur, agar dipasang pagar seng,' ungkap Ida saat dihubungi melalui ponselnya. (san)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar