Master MEP Sebut Kurikulum Merdeka yang Belum Merdeka di Indonesia

Kamis, 6 Oktober 2022 15:58 WIB

Share
Ilustrasi proses mengajar di dalam kelas di salah satu sekolah di daerah di Jawa Timur. foto: istimewa
Ilustrasi proses mengajar di dalam kelas di salah satu sekolah di daerah di Jawa Timur. foto: istimewa

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Kurikulum merdeka belajar belum sepenuhnya merdeka, hal ini akibatnya guru terpaku rutinias tak bernyawa, hingga akhirnya kreativitasnya menjadi tumpul.

Hal itu disampaikan Yusron Aminulloh, Master Trainer MEP Indonesia saat dialog dengan guru-guru di Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

"Itu yang dialami oleh guru-guru di Indonesia, karena dikekang padatnya kurikulum, ketatnya aturan, sehingga kreativitasnya tumpul," tegas Yusron yang sudah melatih ribuan guru Indonesia dalam ragam acara Mindset Pembalajaran.

"Tapi kita bersyukur banyak sekolah modern, baik negeri maupun swasta di kota-kota besar berani bersikap dengan tetap memberi ruang kreativitas kepada anak," tambah Yusron.

Tapi itu tidak melebihi 20 % dari ribuan sekolah di Indonesia, sehingga sebenarnya masih jauh dari harapan.

"Saya sudah masuk pedalaman Kaltim, Kepulauan Riau, bahkan desa-desa di Jawa saja, sekolah lebih takut sama birokrasi untuk memunculkan ide kreatif dalam proses pembelajaran dan pendidikan," tambahnya.

Lantas bagaimana dengan Kurikulum Merdeka Belajar ? Tanya seorang kepala sekolah, peserta dialog.

"Dari yang saya baca, konsep merdeka belajar belum sepenuhnya merdeka. Masih diatur oleh juknis sangat ketat. Substansi merdekanya masih pada dataran teori," jawab Yusron yang juga dikenal CEO DeDurian Park ini.***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar