Kekuatan Militer Rusia Tampaknya Dibesar-besarkan, Tak Sesuai Kenyataan

Selasa, 4 Oktober 2022 14:09 WIB

Share
Parade militer Rusia selalu mengesankan/IST
Parade militer Rusia selalu mengesankan/IST

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Setelah jatuhnya Uni Soviet, Moskow melakukan segala cara untuk mempertahankan statusnya sebagai negara adidaya — termasuk sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Ketika menjadi jelas bahwa Rusia tidak dapat mengklaim dirinya sebagai adidaya, negara itu mencoba mendefinisikan kebesarannya dalam sektor militer.

Selama beberapa dekade, militer Rusia telah disebut-sebut sebagai salah satu yang terkuat di dunia. Presiden Vladimir Putin secara teratur menampilkan militer Rusia kepada dunia dengan parade dan latihan militer yang dikoreografikan dengan sempurna.

Terakhir kali dia berharap, pada parade militer besar di Moskow 9 Mei 2022, dia bisa mengumumkan perebutan Kyiv dan kemenangan atas Ukraina. Ternyata hal itu tidak terwujud. Belakangan pasukan Rusia malah dipukul mundur, membuat Putin makin sering mengancam penggunaan senjata nuklir.

Kekuatan sebuah pasukan, bagaimanapun, tidak dapat hanya ditunjukkan dengan parade-parade di Lapangan Merah, tetapi justru lewat penampilan di medan perang. Persis seperti ditunjukkan pasukan Ukraina, yang jauh lebih kecil daripada Rusia dan beberapa tahun lalu bahkan belum ada. Seberapa besar sebenarnya kekuatan militer Rusia?

Kekuatan di atas kertas berbeda dengan di medan tempur

Di atas kertas, angkatan bersenjata Rusia mengklaim memiliki 1 juta tentara, menurut Margarete Klein dari Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan Stiftung Wissenschaft und Politik (SWP) di Berlin. Namun, sebenarnyamiliter Rusia jauh lebih kecil, katanya kepada DW.

Sejumlah besar unit Rusia yang siap dikerahkan telah dikerahkan di Ukraina, kata Margarete Klein. "Mereka telah menderita kerugian besar dalam hal tentara yang tewas atau terluka." Jumlah pasti korban sulit ditentukan, tetapi intelijen Amerika Serikat yakin Rusia telah menderita setidaknya puluhan ribu orang tewas dan terluka.

Gagasan bahwa Rusia memiliki cadangan tentara tak terbatas yang dapat dikerahkan jauh dari kenyataan, kata George Barros dari Institute for the Study of War, sebuah think tank AS. Dia menambahkan, jalannya perang di Ukraina sejauh ini membuktikan bahwa dunia telah lama melebih-lebihkan kekuatan militer Rusia.

Mobilisasi militer parsial yang dicanangkan Putin baru-baru ini hanya untuk mempertahankan garis depan saat ini, setelah menderita kerugian besar.

Halaman
Reporter: Admin Jatim
Editor: Srumekso
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar