MCC Tuntut Aparat Bertanggung Jawab Atas Tragedi Aremania Di Stadion Kajuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 23:13 WIB

Share
Koordinator MCC Kota Malang Danny Prasetyo (Foto: Danny Prasetyo
Koordinator MCC Kota Malang Danny Prasetyo (Foto: Danny Prasetyo

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Komunitas Malang Crisis Center (MCC) menuntut aparat untuk bertanggung jawab atas tragedi pertandingan Liga 1 yang menyebabkan ratusan orang supporter Arema harus kehilangan nyawa, akibat peristiwa kelam, pada Sabtu (1/10/22) malam di Stadion Kajuruhan Kabupaten Malang tersebut.

Danny Prasetyo, Koordinator MCC Kota Malang dalam keterangannya kepada media melalui pesan pribadi WA (3/10/22) mengatakan "Apa yang terjadi di stadion Kanjuruhan, hingga mengorbankan nyawa ratusan saudara kita, suporter setia Arema sudah termasuk kejahatan yang tidak dapat ditorelir, hal tersebut diduga kuat terjadi akibat kesalahan prosedur pengamanan dan tindakan represif aparat usai pertandingan berlangsung.

Dilihat dari video maupun foto yang beredar di medsos maupun di share oleh teman-teman yang berada langsung di tempat kejadian menunjukkan, bahwa situasi lapangan usai pertandingan harusnya dapat diselesaikan dengan cara dan tindakan terukur yang tidak perlu sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa, karena mayoritas penonton masih berada di tribun, juga tidak banyak yang berusaha masuk ke dalam lapangan.

Tetapi pada faktanya aparat bertindak telalu jauh, keras dan melakukan pelanggaran dengan menembakkan gas air mata ke arah tribun, tindakan ini selain melanggar aturan FIFA terkait larangan menggunakan gas air mata juga secara otomatis menimbulkan gelombang kepanikan massa mengalami sakit akibat terkena kepulan asap dari gas air mata yang ditembakan aparat tersebut, sehingga kemudian mereka bergerak berdesakan untuk mencari jalan keluar. TIDAK ADA dugaan perkelahian antar suporter atau suporter mengancam keselamatan pemain dan petugas lapangan,ctetapi kenapa petugas keamanan berani melakukan tindakan melepaskan gas ke arah tribun padahal jauh dari area steril lapangan.

Apa salah mereka? Kenapa melakukan tindakan yang menimbulkan kepanikan besar, padahal mereka tahu bahwa itu berbahaya dan akan memicu meluasnya kekacauan situasi

Ratusan koran jiwa sudah jatuh, belum lagi Aremania yang masih dalam kondisi kritis  di RS duka, kami tidak dapat diobati dengan hanya kata maaf dan menghentikan Liga, sebagai warga Malang dan Aremania kami menuntut tragedi stadion Kanjuruhan harus DIUSUT TUNTAS, kesalahan pelanggaran SOP harus DIUNGKAP, dan para pelaku DIADILI, Kapolres Malang dan Kapolda Jatim sebagai orang yang bertanggung jawab atas tragedi ini harus dicopot dari jabatannya.

Langkah berikutnya MCC sebagai wadah elemen masyarakat Malang juga menuntut pihak Panpel, aparat pengamanan juga penyelenggara pertandingan untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian ini tidak cukup hanya dengan pemberian santunan pada para korban, namun terlebih penting adalah mereka harus diproses secara hukum, karena telah menjadi penyebab hilangnya ratusan jiwa manusia.

"Jika dalam waktu seminggu setelah kejadian tragedi Stadion Kanjuruhan belum ada penetapan tersangka, maka kami akan turun jalan untum membirukan Kota Malang," tegas pria yang akrab di sapa Sam Danny tersebut (Hermin)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar