Belasan Pejabat Termasuk Militer Indonesia Jadi Target Spyware

Jumat, 30 September 2022 14:53 WIB

Share
Ilustrasi/IST
Ilustrasi/IST

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Tahun lalu, belasan pejabat senior pemerintah dan militer Indonesia dilaporkan menjadi sasaran mata-mata lewat perangkat lunak yang dirancang perusahaan pengawasan Israel, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Enam dari sembilan orang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa mereka termasuk dalam target mata-mata lewat perangkat lunak yang dirancang perusahaan pengawasan Israel.

Adapun pejabat senior dari kalangan pemerintah Indonesia yang menjadi target spionase tersebut, salah satunya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu, ada juga dari pejabat senior militer, dua diplomat regional, dan penasihat di Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Enam pejabat dan penasihat Indonesia yang menjadi target tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa mereka menerima pesan elektronik (email) dari Apple Inc pada November 2021 yang memberi tahu bahwa Apple yakin para pejabat sedang "ditargetkan oleh peretas yang disponsori negara."

Apple belum mengungkapkan identitas atau jumlah pengguna yang ditargetkan. Perusahaan tersebut menolak berkomentar untuk laporan ini.

Apple dan pakar keamanan siber mengatakan penerima peringatan itu ditargetkan menggunakan ForcedEntry, perangkat lunak canggih yang telah digunakan oleh vendor pengawasan siber Israel, NSO Group, untuk membantu agen mata-mata asing dari jarak jauh dan tanpa terlihat mengendalikan iPhone. Perusahaan siber Israel lainnya, QuaDream, telah mengembangkan alat peretasan yang hampir identik, lapor Reuters.

Reuters tidak dapat menemukan jawaban siapa yang membuat atau menggunakan spyware untuk menargetkan pejabat Indonesia. Apakah upaya itu berhasil dan apa yang mungkin diperoleh para peretas sebagai hasilnya juga tidak diketahui.

Penggunaan ForcedEntry, yang mengeksploitasi kelemahan pada iPhone melalui teknik peretasan baru yang tidak memerlukan interaksi pengguna, dipublikasikan oleh pengawas keamanan siber, Citizen Lab, pada September 2021. Peneliti keamanan Google menggambarkannya sebagai serangan peretasan "paling canggih secara teknis” yang mereka pernah dilihat, dalam sebuah posting blog perusahaan yang diterbitkan pada Desember 2021.

Apple menambal kerentanan pada September tahun lalu dan pada November mulai mengirim pesan pemberitahuan ke "sejumlah kecil pengguna yang ditemukan mungkin telah ditargetkan."

Upaya untuk menargetkan pejabat Indonesia, yang sebelumnya belum pernah dilaporkan, adalah salah satu kasus terbesar yang menyangkut perangkat lunak yang digunakan terhadap personel pemerintah, militer. dan kementerian pertahanan, menurut pakar keamanan siber.

Halaman
Reporter: Admin Jatim
Editor: Srumekso
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar