153 Ribu Warga Gresik Masih Tergolong Miskin

Jumat, 30 September 2022 20:14 WIB

Share
Bu Min saat usai membuka pemadanan DTKS. (Foto: Istimewa)
Bu Min saat usai membuka pemadanan DTKS. (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Menurut data Badan Statistika Nasional (BPS), dari sekitar 1.280.000 warga Gresik kurang lebih 12,42 persen atau sekitar 153.600 jiwa masih tergolong miskin.

Dinas Sosial bekerjasama dengan puluhan organisasi perempuan di Gresik, melakukan percepatan pendataan warga miskin.

Diharapkan organisasi perempuan ini dapat membantu mengawal pendataan di desanya, karena di lapangan banyak terjadi penyelewengan data warga miskin.

"Bantuan tersebut kita mengacu pada data BPS, makanya kami butuh bantuan organisasi perempuan untuk bisa mengetahui mana yang benar-benar butuh dan tidak, sehingga nanti angka kemiskinan akan cepat turun," ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat membuka pemadanan Data Terpadu Kemiskinan Nasional (DTKS) di Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Jumat (30/9).

Bu Min mengatakan, di bulan Oktober depan akan ada pendataan terpadu untuk memperbarui data kemiskinan yang ada untuk mendapatkan bantuan selama 1 tahun ke depan

"Data DTKS ini akan menjadi acuan dalam menerima bantuan, nah bulan Oktober nanti akan ada pendataan," ucapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ummi Khoiroh menyampaikan, pihaknya fokus pada program sosialisasi terkait pendataan kemiskinan.

"Kita fokus sosialisasi pendataan kemiskinan, program PKH inklusif. Pada tanggal 1 Oktober akan diluncurkan Universal Health Coverage (UHC), untuk mengkover warga miskin yang belum terdaftar di BPJS," ucapnya. (san)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar