Polisi Ponorogo Tertipu, Akibat Seorang Bocah Ngarang Cerita Terjadi Aksi Penculikkan

Kamis, 29 September 2022 16:31 WIB

Share
Ilustrasi kasus penculikan di Desa Kapuran, Kecamatan Badegan, Ponorogo ternyata cerita seorang anak SD. foto: Alvin Estibar/PEXELS.COM
Ilustrasi kasus penculikan di Desa Kapuran, Kecamatan Badegan, Ponorogo ternyata cerita seorang anak SD. foto: Alvin Estibar/PEXELS.COM

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Kasus terjadinya penculikan ternyata juga terekam di pikiran sebagian anak-anak, seperti yang viral di What App (WA) grup di Ponorogo ini.

Kasus penculikan yang beredar di WA grup itu kemudian menjadi gempar hingga pihak kepolisian di wilayah Badengan, Kabupaten Ponorogo langsung bergerak.

Menurut informasi yang dihimpun menyebutkan mencuatkan kasus penculikan itu terjadi lantara ditulis di status salah satu pengguna WA warga Kapuran, Kecamatan Badengan, Ponorogo.

Dalam unggahan status WA itu dituliskan jika telah terjadi aksi penculikan terhadap anaknya.

Unggahan status itupun kemudian viral di media sosial dan grup WA jika telah terjadi kasus penculikan terhadao anak Sekolah Dasar (SD) Kapuran.

Seperti yang dilansir gemasuryafm.com, apalagi status itu ditulis oleh sang ayah dari anak yang mengaku di culik itu.

Dalam narasinya, dituliskan jika ada penculikan menimpa dirinya, pemilik akun WA itu meminta agar orang tua waspada.

Dikisahkan dalam cerita jika ada anak SD Kapuran, Kecamatan Badegan setelah membeli ikan tiba-tiba dimasukan ke mobil oleh orang tak dikenal.

Kemudian dalam status whatsapp itu juga digambarkan jika kondisi anak yang diculik itu, tangan diikat kepala ditutup dengan karung bekas semen.

Setelah berhasil diculik, entah bagaimana ceritanya anak tersebut katanya diturunkan di persawaham dekat sekolah SD Tegalombo Kauman, Somoroto.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar