Di Lamongan, Gubernur Khofifah Salurkan Program Perlindungan Sosial Warga Terdampak Kenaikan BBM

Rabu, 21 September 2022 20:39 WIB

Share
Di Lamongan, Gubernur Khofifah Salurkan Program Perlindungan Sosial Warga Terdampak Kenaikan BBM
Gubernur Khofifah saat menyerahkan bantuan langsung ke warga terdampak. (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan program perlindungan sosial, yang bertujuan meringankan beban dan membantu masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

Untuk memastikan penyalurannya lancar dan tepat sasaran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turun langsung menyalurkan bantuan kepada ribuan masyarakat Lamongan di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran.

Bantuan yang diserahkan yakni bantuan sosial untuk 1.706 nelayan, bantuan paket untuk pencegahan stunting kepada 110 anak, bantuan sopir angkot dan ojek online berupa pembebasan pokok pajak 100 persen, serta bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 76 difabel di Lamongan.

Meski pada dasarnya ASPD ini sudah mendapatkan intervensi dari Pemprov per bulannya Rp 300.000, namun karena ada dampak kenaikan BBM ASPD kembali menerima bantuan sosial top up sebesar Rp600 ribu.

“Kita menyerahkan bantuan sosial untuk 1.706 nelayan dalam bentuknya top up dari kartu yang dikeluarkan Kementerian KKP. Untuk nelayan kita memang masih verifikasi ulang karena ada yang mendapat support dari Kementerian KKP, yang belum dapat itulah yang disisir Pemprov. Juga bantuan bebas pokok pajak 100 persen bagi angkot dan ojol," ucap Khofifah.

Pemprov Jatim juga memberikan bantuan token listrik kepada 3.200 sambungan listrik selama enam bulan, yang diharapkan bisa meringankan beban masyarakat terutama yang terkena imbas kenaikan BBM.

Dalam kunjungannya tersebut, Khofifah juga meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan kapasitas 7500 Watt dan meresmikan  Aula Ponpes Tarbiyatul Tholabah Desa Kranji Kecamatan Paciran.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Lamongan Pak Yes menyerahkan zakat produktif kepada pelaku usaha ultra mikro di Pasar Ikan Lamongan, sebagai bentuk kepedulian dalam memberikan bantalan ekonomi kepada masyarakat.

Khofifah mengatakan, skema pembiayaan yang digelontorkan Pemprov Jatim dalam program perlindungan sosial akibat dampak inflasi dan kenaikan BBM ini sebesar Rp257 miliar, yang terdiri dari berbagai jenis bantuan.

”Itulah kenapa saya kemudian turun, sambil memastikan bahwa program ini sudah bisa berjalan dan sudah sampai ke penerima,” imbuh Khofifah.

Membersamai program perlindungan sosial tersebut, Pemkab Lamongan juga memberi perlindungan  berupa BPJS Ketenagakerjaan kepada nelayan, pelatihan keterampilan, bantuan alat serta bedah rumah bagi warga kurang mampu.

“Ada empat program yang dilakukan Pemkab Lamongan untuk masyarakat. Kita akan memberikan BPJS Ketenagakerjaan bagi 500 nelayan, mengadakan pelatihan dan memberikan bantuan alat, kemudian juga ada beberapa kegiatan lain termasuk bedah rumah bagi masyarakat rentan,” pungkas Pak Yes. (san)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar