Berkat Dialog yang Digagas KWG-DPRD, Tiga BUMD Komitmen Tingkatkan PAD

Jumat, 16 September 2022 22:43 WIB

Share
Suasana gayeng dialog publik yang diadakan KWG dan DPRD Gresik. (Foto: Istimewa)
Suasana gayeng dialog publik yang diadakan KWG dan DPRD Gresik. (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Dialog publik bertema "Optimalisasi Pelayanan dan Pendapatan Asli Daerah Melalui BUMD" yang digagas Komunitas Wartawan Gresik dan DPRD Gresik, berhasil melahirkan komitmen bersama BUMD untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Acara yang digelar di Hotel Horizon, Jumat (16/9 siang, menghadirkan nara sumber  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang juga sebagai key note speaker.

Selain itu, empat pimpinan DPRD Gresik hadir semua. Ketua M Abdul Qodir, dan tiga Wakil Ketua Ahmad Nurhamim, Nur Saidah dan Mujid Riduan.

Hadir pula pimpinan tiga Perumda,  Dirut PT Gresik Migas Habibullah, Dirut Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi dan Dirut BPR Bank Gresik Al Kusani.

Ketua DPRD M Abdul Qodir menyatakan optimalisasi layanan BUMD harus meningkat, caranya harus terus berinovasi dan menangkap peluang.

"Fungsi lain BUMD harus berani inovasi, sehingga mendatangkan pendapatan daerah, jangan sampai rugi atau hanya untuk operasional saja," katanya.

Qodir menambahkan, BUMD harus mampu menangkap peluang. Misalnya pengoptimalan program, maupun kerjasama dengan perusahaan.

BUMD juga harus mampu membuat produk keuangan yang menarik dan dibutuhkan publik.

"Jadi harus jualan produk  apa yang dibutuhkan, kami dukung soal penyertaan modal.  Jangan sampai ada UMKM datang tapi katanya gak ada modal," terang dia.

Wakil Ketua Ahmad Nurhamim meminta BUMD harus memiliki trust (kepercayaan) ke publik, karena itu  sangat penting untuk modal.

"Membangun kepercayaan manajemen itu penting, harus pede dan meningkatkan kepercayaan publik," imbuhnya.

Mujid Riduan menambahkan,
adanya KEK  di JIIPE Manyar menjadi peluang BUMD, karena banyak potensi yang bisa  ditangkap.

"Jangan sampai jadi penonton, kami meminta BUMD berbenah. Saya yakin jika disiapkan, ke depan bagaimana program selanjutnya," lanjutnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan tahunan ini, karena diyakini akan berdampak positif bagi kemajuan BUMD.

"Dialog ini langkah cermat mengambil isu daerah. Karena sangat bermanfaat bagi keberlangsungan BUMD kita, saya pun mengapresiasi, isu ini sangat bagus," pujinya.

Diakui Gus Yani, APBD 2023 mencapai Rp 4 triliun. Sedangkan pendapatan diperkirakan Rp 3,7 triliun, PAD Rp 1,37 Triliun dan Rp 2,2 triliun dari transfer daerah.

Menurut Gus Yani, sapaan akrab bupati, pola kolaborasi akan dilakukan BUMD. Misalnya, dalam lokus penanganan kemiskinan ekstrim. Gresik Migas telah melakukan bantuan kepada masyarakat terkait jaringan pipa gas.

Perumda Giri Tirta, melayani masyarakat miskin yang terdata di DTKS dengan menyesuaikan tarif serta bantuan penyambungan.

Selanjutnya, Perumda Giri Tirta juga terus minimalisir kebocoran dan melakukan program usaha pendapatan perusahaan.

"Dan satu pekerjaan rumah Bank Gresik adalah, harus membantu UMKM dengan bantuan modal keuangan bunga rendah tanpa agunan. Bank Gresik harus turun, jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban rentenir," pintanya. (san)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar