Polri Harusnya Berani Tetapkan Putri Candrawathi Sebagai Tersangka

Senin, 15 Agustus 2022 23:08 WIB

Share
Polri Harusnya Berani Tetapkan Putri Candrawathi Sebagai Tersangka
Berbagai pose istri Irjen Ferdy Sambo, Ny Putri Candrawathi. foto: istimewa

POSKOTA JATIM - Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjadi tersangka, ibarat drama telivisi ternya episode panjang.

Pasalnya masih ada poin poin yang masih belum diungkap, seperti misteri di Magelang, apa yang diketahui Kuwat Maruf, hingga hasil optopsi ulang, dan publik masih menunggu kejelasan informasi tersebut karena terbangun opini di masyarakat bahwa masih ada skenario lain yang belum dibuka ke publik.

Terbaru, polisi telah menghentikan penyidikan terhadap dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh Putri Candrawathi dengan terlapor Brigadir J lantaran tidak ditemukannya tindak pidana atau laporan palsu alias menhalang-halangi peneriksaan

Pakar hukum Margarito beberapa waktu yang lalu, mengatakan, laporan yang dibuat itu termasuk tindakan untuk menghalang-halangi proses hukum. Karena itu, menurut Margarito Putri Candrawathi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dengan segala hormat kita kepada para penyidik yang sedang bekerja, saya mesti tegaskan mengatakan tindakan memberikan laporan palsu kepada Polres Jakarta Selatan, yang sekarang lagi-lagi sudah sangat kokoh palsunya atau bohongnya itu, beralasan dan sah secara hukum dikualifikasi sebagai laporan palsu," kata Margarito Kamis.

****Pilihan editor

 

Masih menurut Margarito, karena pelaku-pelakunya tidak gila, tidak sinting, tidak idiot, maka secara hukum, sebagai pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya 

Margarito menjelaskan, di dalam hukum pidana, hanya orang dengan gangguan kejiwaan dan retardasi mental yang tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya.

Menurutnya, apabila pelaku pembuatan laporan palsu tidak segera diproses hukum, maka hal ini justru akan membuat publik bertanya-tanya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar