Kinerja Irjen Fadil Imran Terus Disorot, Kapolri Diminta Tegas dan Tidak Takut

Minggu, 7 Agustus 2022 14:37 WIB

Share
Kinerja Irjen Fadil Imran Terus Disorot, Kapolri Diminta Tegas dan Tidak Takut

POSKOTA JATIM- Bharada E akhirnya ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, namun publik beranggapan bahwa penetapan Bharada E sebagai tersangka terkesan sebagai kambing hitam.

Menurut Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty Internasioan Indonesia, terkait aksi tembak menembak tersebut, mengatakan bahwa jangan sampai ada pembodohan masyarakat, sebab hal ini akan akan mencoreng institusi Polri.

"Ya memang ada kesan bahwa Bharada E dikambinghitamkan. Saya berharap jangan sampai ada pembodohan masyarakat, apalagi mencoreng institusi Polri, termasuk institusi Brimob." katanya.

**** Pilihan editor

Menurutnya peristiwa ini bukan peristiwa biasa, yang pertama karena TKP berada di rumah seorang jendral, dan kedua dengan mudah seorang anggota Brimob yang sudah terlatih terbunuh di tangan seorang Bharada E.

"Nah, bagaimana mungkin misalnya anggota- anggota Brimob yang terlatih apalagi Brigadir Yosua, itu bisa dengan mudah dibunuh?" tanya Usman.

Oleh karena itu Usman menduga Bharada E, dikambinghitamkan, dan meminta agar LPSK segera bergerak mendekati keluarga Bharada E,  untuk memastikan bahwa Bharada E memang bukan sosok yang asal tersangka dalam kasus ini.

"Kalau iya, maka sarankan agar LPSK memberikan perlindungan terhadap Bharada E, setidaknya mulai mendekati keluarga untuk bisa memastikan bahwa Bharada E bukanlah orang yang ditengahkan untuk sekedar memuaskan rasa penasaran masyarakat," imbuh Usman.

Usman juga menyoroti kinerja Kapolda Metro Jaya dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir J, sebab Kapolda Metro Jaya juga dinilai bertanggung jawab terkait terhambatnya penanganan kasus Brigadir J, hal ini juga terkait dengan 25 personel polri yang tengah diperiksa timsus dan irsus Kapolri.

"Saya kira penting digarisbawahi penjelesan Kapolri tentang 25 personel polri yang diperiksa, bukan pada jumlahnya, bukan sekadar jabatan dan pangkatnya, apakah nanti pemeriksaannya benar-benar menghasilkan perkembangan yang berarti." ujarnya 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar