Akibat Broken Home, Siswi Kelas 8 SMP Jatuh ke Tangan Satpam Sekolahan

Sabtu, 25 Juni 2022 13:48 WIB

Share
Akibat Broken Home, Siswi Kelas 8 SMP Jatuh ke Tangan Satpam Sekolahan
Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyon, saat pers release dan tunjukan BB didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Dengan iming-iming akan dicarikan kos-kosan dan ditawari pekerjaan oleh PS (36), sebut saja Bunga (16) bertekuk lutut, kini kasusnya bergulir di Polres Blitar Kota setelah ibu korban melapor atas perbuatan PS terhadap Bunga.

Seperti yang diungkapkan Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono SH S.IK M.Si dalam rilisnya 24/6 pukul 14.00 WIB menerangkan, bahwa perilaku PS terhadap korban sejak April 202 lalu, saat korban menceritakan perihal hubungan korban dengan buliknya, setelah korban berpisah dengan ayah dan ibunya.

Saat tersangka memberikan jawaban atas pertanyaan pada wartawan (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)


"Ketika korban ketemu dengan tersangka di pos Satpam sekolahan (waktu istirahat sekolah) korban menceritakan hubungan keluarganya, dan saat itu memang korban serumah dengan adik ibu korban (bulik), dengan cerita korban itulah pelaku PS mengambil kesempatan sehingga terjadi perbuatan yang tidak sepantasnya terhadap korban," jelas AKBP ArgoWiyono dengan didampingi Kasat Reskrim AKP Momon Suwito SH.

Dalam kasus itu, sesuai dengan laporan ibu korban (Bunga) kepasa Polisi setelah hubunganya antara korban dan PS, setiap pertemuan antara korban dan PS, pelaku memberikan janji untuk dicarikan kos-kosan, dicarikan pekerjaan, bahkan sempat memberikan uang kepada korban saat ikut ziarah Wali Songo dari sekolahanya.

"Setelah pertemuan antara korban dengan tersangka PS, rupanya merayu korban, bahkan mengirim video porno ke ponsel korban, setelah berhasil merayu akhirnya diajak ke salah satu hotel di Wilayah Kecamatan Nglegok, sebelum melakukan persetubugan sempat menenggak miras yang dibawanya," terang Pamen Polisi yang akrab dengan wartawan ini.

Ternyata kehidupan korban pisah dengan ibunya setelah orang tuanya bercerai, sedang ayah korban menjadi TKI dan ibu korban nikah lagi dan berdomisili di Kota Tulungagung, akhirnya Bunga (Korban) ikut dengan buliknya di Wilayah Kecamatan Ponggok untuk meneruskan sekolahnya di salah satu SMP setempat.

"Awalnya saya ajak pada 30 Mei, sepulang korban ikut rombongan ziarah Wali songo, dan baru tanggal 31 Mei saya ajak jalan jalan, terus saya ajak bermalam di hotel Nglegok, paginya saya ajak pulang dan saya beri uang Rp300 ribu," tutur PS warga Desa Gembongan Kec.Ponggok Kab.Blitar ini pada wartawan.

Atas peristiwa tersebut akhirnya PS di tahan di Polres Blitar Kota untuk mempertanggubg jawabkan perbuatannya, juga Polisi menyita barang bukti berupa sebuah selimut milik hotel, dan pakaian korban saat berdua dengan tersangka.

"Tersangka PS di kenakan pasal 181 ayat  (2) dan UU.No.17/2016 yo UU.RI.No 23/2002 tentang Perlindungsn anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun sampai 15 tahun atau denda Rp 5 miliar," pungkas Kapolres Blitar Kota yang hobi Futsal ini. (Ari)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar