Ega Mahardini Sebut Dampak Kekerasan Seksual Pada Anak sangat Kompleks

Kamis, 23 Juni 2022 16:06 WIB

Share
Ega Mahardini Sebut Dampak Kekerasan Seksual Pada Anak sangat Kompleks
Ega Mahardini

POSKOTA JATIM- Terkait kabar anak perempuan, masih dibawah umur warga Tambaksari Surabaya yang diduga diperkosa oleh tetangganya, Ega Mahardini kader PSI Surabaya, sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi.

Ega Mahardini yang juga merupakan penderita disabiltas tuna rungu ini,  mengatakan bahwa korban seharusnya mendapat pendampingan, minimal orang tuanya bisa mendampingi anaknya untuk menguatkan hingga anaknya bisa tegar menghadapi situasi ini.

"Saya mengatakannya,  tentang anak tuna rungu yang berusia di bawah umur atau ada kesulitan bicara itu harus ada pendampingan, tidak boleh di tinggal, orang tua harus menjaga anaknya." demikian yang ia sampaikan kepada Poskota Jatim secara tertulis melalui WA, Kamis, 23 Juni 2022.

 

Ega Mahardini, designer penemu masker bagi tuna rungu ini, juga mengingatkan bahwa korban saat ini membutuh pendampingan psikologis, apalagi korban merupakan tuna rungu yang tentu kesulitan dalam berkomunikasi.

"Jika anak tersebut kesulitan bicara (komunikasi),  pasti trauma rasa ketakutan habis diperkosa, maka harusnya dibawa ke psikolog." jelasnya.

Bahwa kekerasan seksual terhadap anak, menurut Ega Mahardini harus diusut secara hukum, karena kekerasan seksual terhadap anak adalah masuk pada ranah pidana.

"Karena kekerasan seksual juga merupakan salah satu bentuk dari pelanggaran hak asasi manusia." imbuh Ega, yang karyanya sering mendapatkan penghargaan di tingkat Nasional.

Menurut Ega, kekerasan seksual, terutama pada anak di bawah umur mengakibatkan dampak pada korban bisa sangat kompleks, seperti kehamilan, penyakit menular seksual, pendarahan, trauma psikologis, dan lainnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial, seorang gadis disabilitas tuna rungu berinisial P (14) di Tambaksari Surabaya, diduga disetubuhi secara paksa oleh tetangganya sendiri, sedangkan terduga dikabarkan melarikan diri.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar