Elektabilitas Partai Demokrat Secara Nasional Naik, Begini di Surabaya

Rabu, 22 Juni 2022 20:12 WIB

Share
Elektabilitas Partai Demokrat Secara Nasional Naik, Begini di Surabaya

POSKOTA JATIM- Sebelumnya diberitakan oleh Litbang Kompas bahwa Elektabilitas Partai Demokrat secara nasional meningkat menjadi 11,6 persen, dibawah PDIP, Gerindra, dan kini telah melampaui Golkar.

Terkait capaian ini, Herzaky Mahendra Putra, sebagai Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara  DPP Partai Demokrat, telah menyampaikan ada 3 kunci penyebab elektabilitas naik pesat.

Tiga kunci tersebut adalah pertama, konsistensi Partai Demokrat menyuarakan dan membantu rakyat, kedua konsolidasi organisasi yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga membuahkan hasil positif, dan ketiga konsistensi membantu rakyat dan konsolidasi yang dilakukan Partai Demokrat, bisa berjalan dengan baik juga akibat kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

 

Tiga kunci keberhasilan tersebut, dibenarkan oleh Cak Blangkon alias Cak Indro praktisi politik yang hobinya memasak, sebab menurut Cak Blangkon tiga kunci tersebut juga dirasakan bahkan dilaksanakan oleh para kader Partai Demokrat di Kota Surabaya. 

Lantas ia merinci untuk poin yakni Partai Demokrat selalu menyuarakan dan membantu masyarakat, ia kemudian menyinggung tentang penolakan Omnibus Law tentang Undang-Undang Cipta Kerja.

"Masih ingat ya, waktu Partai Demokrat walkout menolak Omnibus Law, saat itu ada lebih dari 5 organisasi serikat pekerja yang menghubungi saya." kata Cak Blangkon, yang menjadi pengurus di beberapa organisasi srtategis di Surabaya.

Poinnya, menurut Cak Blangkon saat itu organisasi serikat pekerja sangat senang, bahwa suaranya bisa terwakili secara politik oleh Partai Demokrat.

 

Sedangkan terkait membantu rakyat, Cak Blangkon mengatakan kader DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, seluruhnya terjun mulai dari tingkat bawah sampai tingkat atas, contohnya seperti anggota dewan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar