Lockdown Untuk Hewan Ternak, Pasar Hewan Dimoro Diutup Hingga 19 Juni Antisipasi PMK

Jumat, 10 Juni 2022 21:35 WIB

Share
Lockdown Untuk Hewan Ternak, Pasar Hewan Dimoro Diutup Hingga 19 Juni Antisipasi PMK
Spanduk pemberitahuan penutupan di pintu masuk Pasar Hewan (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Mulai hari ini Jumat (10/6) sampai 19 Juni mendatang Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar ditutup. Penutupan pasar hewan itu dilakukan setelah adanya temuan pedagang yang membawa hewan ternak suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal tersebut di benarkan.oleh Kepala Disperindagin Kota Blitar Hakim Sisworo pada Wartawan saat ikuti penutupan Paaar Hewan dengan pemasangan Spanduk.

"Memang untuk sementara kami tutup dulu dengan. Menindaklanjuti atas  temuan hewan ternak yang suspek PMK dari pedagang benerapa waktu lalu," kata Hakim Sisworo.

Pasar Hewan Dimoro sementara ditutup hingga 19 Juni mendatang (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)


Untuk diketahui penutupan pasar hewan Dimoro itu tidak spontanitas dilakukan, hal itu menurut Hakim Sisworo sebagai upaya pencegahan penyebaran PMK, karena sebelumnya terdapat pedagang dari luar kota yang membawa hewan ternaknya terkena suspek PMK (Penyakit Mukut dan Kuku).

"Diketahuinya saat pemeriksaan dari pintu masuk pasar hewan pada tanggal 9 juni kemarin di temukan dua ekor lembu terkena Suspek PKM  dan  petugas menemukan dua ekor sapi dengan gejala atau masuk suspek PMK waktu itu ada 10 ekor sapi yang di bawa pedagang asal dari luar kota Blitar," kata Hakim Sisworo.

Selain penutupan sementara Pasar Hewan, pemerintah Kota Blitar membuat Pos Pengawasan di sudut-sudut pintu masuk Kota Blitar, dengan tujuan agar tetap bebas dari Wabah PMK

"Sedang pedagang yang diketahui membawa hewan ternak dengan suspek PMK itu berasal dari luar kota," terangnya

Lebih jauh Hakim saat itu menegaskan, petugas langsung menindak pedagang hewan ternak dengan suspek PMK itu. Yakni meminta pedagang tidak masuk ke pasar hewan dan membawa pulang sapi-sapi tersebut. Petugas juga mengimbau agar sapi suspek PMK itu dicek kesehatannya dan diisolasi.

"Yang jelas kami tidak ingin terjadi penularan di Pasar Hewan Dimoro, karena disini sentral para pedagang. Kami akan tutup operasionalnya, untuk sterilisasi pasar hewan ini selama dua minggu," Hakim Sisworo menegaskan.

Usai ditutup, seluruh kawasan pasar hewan itu disemprot dengan cairan disinfektan. Pikap hingga mobil Water Canon dari Polres Blitar Kota, sehingga  sterilisasi Suspek PMK dipasar hewan Dimoro.

Sementara Satgas PMK dari Polres Blitar Kota, Ipda Yuno Sukaito menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Blitar terkait penutupan Pasar Hewan Dimoro. Termasuk untuk pelaksanaan sterilisasi kawasan pasar hewan. Tujuannya untuk menekan risiko penularan PMK di Pasar Dimoro Kota Blitar.

"Sesuai hasil koordinasi bersama, kami bersama dengan Pemkot Blitar melakukan sterilisasi. Yakni dengan melakukan penyemprotan disinfektan," kata Kanit Tipkor Polres Blitar Kota pada wartawan.(10/6)..

Tampak kegiatan Sterilisasi kawasan pasar hewan Dimoro yabg terletak di Kec.Sukorejo Kota Blitar itu dilakukan petugas dengan  menggunakan tanki manual dan pikap modifikasi yang khusus digunakan untuk penyemprotan disinfektan. Juga dari Satuan TNI (Kodim 0808 Blitar dan Polres Blitar Kota melakukan penyemprotan secara manual selain dengan mobil Water Cannon.

"Kawasan Pasar Dimoro cukup luas. Jadi dengan menggunakan water cannon untuk lebih efektif dan lebih menjangkau kawasan pasar hewan ini," Papar Ipda Yuno

Lebih lanjut, perwira Polisi asal NTT ini  mengatakan, kegiatan sterilisasi akan dilakukan secara bertahap. Jadwal piket sterilisasi bersama dengan pihak terkait selama penutupan pasar hewan Dimoro.

Tampak Taruna/Akpol ikut berpartisipasi semprot seputaran Pasar Hewan (Foto/Dok: Ari Poskota Jatim)


"Iya selama dua minggu ke depan, kami sudah membuat jadwal untuk sterilisasi secara rutin. Jadi tidak hanya hari ini saja,"pungkas Ipda Yuno Sukaito. (Ari)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar