Ilmuwan: Bahan Bakar Air Tidak Efisien dan Lebih Polutif

Selasa, 31 Mei 2022 20:58 WIB

Share
Ilmuwan: Bahan Bakar Air Tidak Efisien dan Lebih Polutif
Bahan bakar air ternyata lebih polutif dan keamanannya perlu perhatian khusus/IST

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Di Tanah Air belakangan mencuat kendaraan bermotor berbahan bakar air. Kini bahan bakar air dan alatnya sedang dalam masa uji coba.

Di sejumlah negara ternyata banyak penawaran pemasaran online kit yang akan mengubah mobil Anda menjadi "berjalan dengan energi  airr", tetapi ini harus dilihat secara skeptis.

Kit ini, yang menempel pada mesin mobil, menggunakan elektrolisis untuk memisahkan air (H2O) menjadi molekul komponennya—hidrogen dan oksigen—dan kemudian menyuntikkan hidrogen yang dihasilkan ke dalam proses pembakaran mesin untuk memberi daya pada mobil bersama dengan bensin.

Melakukan hal ini, kata mereka, membuat pembakaran bensin lebih bersih dan lebih sempurna, sehingga membuat mesin lebih efisien.

Tetapi para ahli mengatakan persamaan energi pada sistem jenis ini, pada kenyataannya, tidak efisien sama sekali. Pertama, proses elektrolisis menggunakan energi, seperti listrik di rumah atau aki mobil terpasang, untuk beroperasi.

Menurut hukum alam, sistem ini menggunakan lebih banyak energi untuk menghasilkan hidrogen daripada yang dapat disuplai oleh hidrogen itu sendiri, menurut Dr. Fabio Chiara, ilmuwan peneliti dalam pembakaran alternatif di Center for Automotive Research di Ohio State University.

Selain itu, kata Chiara, jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kendaraan “akan jauh lebih besar, karena dua proses pembakaran [bensin dan hidrogen] terlibat.”

Terakhir, ada pertimbangan keamanan bagi konsumen yang menambahkan perangkat ini ke mobil mereka. “H2 adalah gas yang sangat mudah terbakar dan meledak,” katanya, dan membutuhkan perawatan khusus dalam pemasangan dan penggunaan.

Proses elektrolisis dapat menghemat energi jika sumber energi terbarukan dan tidak berpolusi seperti matahari atau angin dapat dimanfaatkan untuk menyalakannya, meskipun menangkap cukup sumber energi itu di dalam mobil akan menjadi rintangan lain.

Para peneliti saat ini lebih fokus menggunakan hidrogen untuk menggerakkan sel bahan bakar, yang dapat menggantikan mesin pembakaran internal untuk menggerakkan mobil dan hanya mengeluarkan air dari knalpot.

Halaman
Reporter: Admin Jatim
Editor: Srumekso
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar