Musrenbang RKPD 2023 Pemkab Gresik Fokus Penyelesaian 3 Isu Strategis

Selasa, 22 Maret 2022 21:54 WIB

Share
Bupati Gresik saat membuka Musrenbang RKPD 2023 (Foto: Istimewa)
Bupati Gresik saat membuka Musrenbang RKPD 2023 (Foto: Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik tahun 2023, di Ruang Mandala Bhakti Praja, lantai 4 Kantor Bupati Gresik, Selasa (22/3).

Dengan  tema 'Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul, Berkelanjutan, dan Berkebudayaan Dilandasi Akhlakul Karimah', kegiatan dilaksanalan secara daring dan luring secara bersamaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menegaskan, langkah bersama adalah pembangunan Gresik yang utuh yaitu menghapuskan ketimpangan antar wilayah, mendorong pemerataan pembangunan dari perkotaan hingga pelosok pedesaan.

"Melalui pengarusutamaan Nawakarsa, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Gresik yang pada tahun 2021  tumbuh 3,79 persen, meningkat 7,47 persen dari tahun 2020 yang menurun 3,68 persen Pertumbuhan ekonomi Gresik ini lebih tinggi di atas rata-rata nasional 3,69 persen dan rata-rata provinsi Jawa Timur sebesar 3,57 persen," ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Gus Yani menjabarkan beberapa isu strategis yang dihadapi di Kabupaten Gresik. Di antaranya kemiskinan, infrastruktur jalan, dan bencana banjir.

Infrastruktur jalan, dari total 512.164 Km jalan kabupaten  51,6 persen dalam kondisi baik, 24,20 persen rusak ringan, 22,3 persen sedang dan 1,8 persen rusak berat.

Sedangkan masalah banjir terdata terdapat 42 titik banjir yang berdampak pada 63,1 Km jalan, 5.838 rumah warga dan 3.057 Ha sawah dan tambak.

"Untuk infrastruktur jalan pada tahun 2023 direncanakan peningkatan dan pemeliharaan jalan sepanjang 77,21 Km dengan alokasi dana Rp 371 miliar," ujarnya.

Wakil Bupati Aminatun Habibah, yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Gresik menjabarkan, persentase penduduk miskin pada tahun 2021 naik 0,02 persen dari tahun 2020 yaitu 12,42 persen.

"Target tahun 2022 bisa turun menjadi 11,50 persen dan tahun 2023 turun sebesar 10,70 persen atau kalau bisa turun menjadi satu digit," ujar Wabup.

Tingkat kemiskinan di Kabupaten Gresik selalu lebih tinggi dari provinsi dan kabupaten lain, karena rata-rata pendapatan berdasarkan garis kemiskinan Kabupaten Gresik tahun 2021 sebesar Rp 505.499 perkapita per bulan, dan ini lebih tinggi dari provinsi dan nasional.

Sekda Achmad Washil menjelaskan, Musrenbang ini merupakan suatu rangkaian penyusunan RKPD Kabupaten tahun 2023 yang dimulai dari tingkat desa pada bulan September-Desember, dilanjutkan tingkat kecamatan pada Januari 2022 dan forum OPD yang mensinergikan usulan pada Februari 2022.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Sekretariat Daerah Jatim  Jempin Marbun, perwakilan Bappeda Jatim Denny Teguh Setiawan, Perwakilan Bakorwil II Bojonegoro Ramses Panjaitan, serta unsur masyarakat organisasi dan komunitas di Kabupaten Gresik. (san)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler