LaNyala Ajak Awasi Pendistribusian Minyak Goreng di Pasar-Pasar Tradisional di Jatim

Jumat, 4 Maret 2022 17:12 WIB

Share
Ketua DPD-RI, LaNyala Mattalitti saat memeriksa makanan di salah satu super makert di Jatim. foto: istimewa
Ketua DPD-RI, LaNyala Mattalitti saat memeriksa makanan di salah satu super makert di Jatim. foto: istimewa

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Ketua DPD-RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak masyarakat mengawasi proses pendistribusian minyak goreng di pasar-pasar tradisional di seluruh wilayah Jawa Timur (Jatim).
 
Menurut LaNyalla, pengawasan bersama penting dilakukan agar tak terjadi penyelewengan.

"Mari kita awasi dengan seksama dan laporkan kepada pihak berwajib jika ada hal-hal mencurigakan," kata LaNyalla di sela-sela kegiatan resesnya, Jumat (4/3/2022).
 
Sekitar 3.500 ton minyak goreng akan disalurkan ke para pedagang di pasar tradisional di 17 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Untuk itu,  LaNyalla meminta masyarakat melakukan pengawasan secara ketat agar tidak ada kasus penyalahgunaan kewenangan serta menekan terjadinya salah penyaluran.
 
Senator asal Jatim itu meminta Pemprov Jatim benar-benar memastikan sinergi di antara unsur-unsur dan elemen yang terlibat.

Sehingga minyak goreng sampai pada tangan yang berhak, seperti para pedagang kaki lima, tukang gorengan, warteg, katering, ibu rumah tangga, tukang cemilan dan lain-lain yang membutuhkan.
 
Menurut LaNyala ia mengimbau kepada masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan berebut barang dan semua orang yang bertransaksi di pasar tertib tanpaharus berebutan minyak goreng.

"Saya juga mengingatkan agar masyarakat turut mengawasi pendistribusian minyak goreng ini," ingat LaNyalla.
 
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan 3.500 ton minyak goreng yang diperuntukkan bagi para pedagang pasar tradisional di 17 Kabupaten/Kota di Jatim.
 
Selanjutnya, para pedagang diharuskan menjual langsung minyak goreng kepada konsumen sesuai harga eceran tertinggi (HET) bagi minyak goreng dengan kemasan premium  yaitu Rp14.000 per liter.

Langkah ini dilakukan guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan minyak goreng, sekaligus menstabilkan harga komoditas tersebut.
 
Adapun 17 kabupaten/kota ini di antaranya, untuk jenis minyak goreng premium Lentera didistribusikan ke Kabupaten Tulungagung, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso.

Begitu juga di wilayah Jatim bagian barat seperti Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan Kota Probolinggo.

Sedangkan, minyak goreng jenis rakyat akan didistribusikan di  Kabupaten Tuban, Kediri, Lamongan, Pacitan dan Trenggalek. (hjr)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler