Keutamaan Puasa Asyura, Begini yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW

Selasa, 10 Agustus 2021 04:00 WIB

Share
ilustrasi pixabay/Abdullah_Shakoor

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc menjelaskan dalam tulisannya di rumaysho tentang bagaimana hukum puasa pada 10 dan 11 Bulan Muharram pada tahun Hijriah.

Berikut pembahasannya dalam tanya jawab. Kalau pada tulisan sebelumnya lebih menjelaskan histori dari dari puasa hari ke 10 atau yang lebih dikenal dengan Asyuro.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya, Apa hukum puasa Asyura? Apakah afdhol berpuasa bersama satu hari sebelumnya ataukah sesudahnya ataukah digabungkan berpuasa sekaligus tiga hari (9, 10, 11 Muharram)?

Ataukah kita berpuasa Asyura saja pada tanggal 10 Muharram saja? Kami butuh penjelasan akan hal ini, jazakumullah khoiron.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjawab:
"Hukum puasa Asyura ialah sunnah berdasarkan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam yang mengindikasikan hal itu.

Hari Asyura adalah hari saat Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, juga binasanya Fir'aun dan pengikutnya sehingga orang Yahudi berpuasa Asyura saat itu.

Nabi kita Muhammad SAW lantas berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur pada Allah.

Beliau pun memerintahkan untuk berpuasa saat itu dengan menggabungkan hari sebelum atau sesudahnya.

Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram lebih afdhol. Adapun berpuasa 10 dan 11 Muharram, itu pun sudah mencapai maksud untuk menyelisihi (membedakan) dengan Yahudi dalam berpuasa.

Jika berpuasa tiga hari sekaligus, yaitu 9, 10, dan 11 Muharram tidaklah masalah.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler