Festival Desa Sengguruh Sukses Digelar dengan Prokes Ketat, Jadi Percontohan Desa di Jawa Timur

Senin, 22 November 2021 09:21 WIB

Share
Sambutan Kepala Dinas DPMD Provinsi Jawa Timur Soekaryo saat  acara festival Kebudayaan Desa Sengguruh, Sabtu (20/11/2021) (Foto : Istimewa)
Sambutan Kepala Dinas DPMD Provinsi Jawa Timur Soekaryo saat  acara festival Kebudayaan Desa Sengguruh, Sabtu (20/11/2021) (Foto : Istimewa)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Festival Desa Sengguruh digelar sejak Jumat (19/11/2021) hingga Sabtu (20/11/2021) tersebut berhasil digelar. Dalam pelaksanaannya, karena semua masyarakat yang hadir telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kemudian berkaca pada event yang digelar tahun sebelumnya tidak ada klaster yang muncul setelah event digelar.

Festival Desa Sengguruh bakal menjadi percontohan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Propinsi Jawa Timur. Terutama untuk gelaran serupa yang dilakukan dimasa pandemi Covid-19, dengan segala pembatasan yang diberlakukan selama masa PPKM.

Pengukuhan Ki Ageng Sengguruh Oleh Sultan Trenggono, Sabtu (20/11/2021). (Foto: Istimewa)

Ada beberapa rangkaian acara didalam festival tersebut, diantaranya ritual budaya berupa penyerahan Jolen, pertunjukan seni tari, sarasehan membedah sejarah Desa Sengguruh dan ditutup dengan pengukuhan Ki Ageng Desa Sengguruh.

"Resminya acara berjalan tiga hari, Di hari pertama ada pengumpulan budayawan yang ada di Desa Sengguruh, hari kedua bedah sejarah Desa Sengguruh dan dihari ketiga hari terakhir ritual arak jolen dari masing - masing RW yang kita bawa ke satu titik di RTH (Ruang Terbuka Hijau) Desa Sengguruh," Ujar Kepala Desa Sengguruh, Jamburi, Minggu (21/11/2021) seusai acara.

Menurut Jamburi, DPMD Provinsi Jawa Timur hanya menunjuk dua desa di Jawa Timur untuk dapat menggelar kegiatan serupa. Yakni di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Malang. Desa Sengguruh pun menjadi desa yang dipilih untuk mewakili Kabupaten Malang.

"Ini merupakan program dari DPMD Provinsi Jawa Timur, Kebetulan Desa Sengguruh mewakili Kabupaten Malang. Jadi dulu awal Covid-19 sekitar bulan April, kita mengadakan acara seperti ini dengan penerapan prokes ketat, itu bisa berjalan dan tidak ada klaster baru setelah acara," terang Jamburi.

Kedepan kegiatan tersebut akan dijadikan agenda rutin tahunan Desa Sengguruh. Namun untuk pelaksanaannya, terlebih dahulu harus memperhatikan perubahan - perubahan aturan yang kemungkinan terjadi, Sebab masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Untuk itu dirinya berharap bahwa dengan digelarnya festival tersebut, masyarakat Desa Sengguruh bisa lebih mengenal dan dapat melestarikan budaya yang ada di Desa Sengguruh.

"Ibaratnya kita tinggal di tanah Jawa ini jangan sampai lupa dengan leluhur kita. Ya intinya kita berusaha uri-uri budaya dan berdoa untuk leluhur kita," pungkas Jamburi. (Arso)**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar