Nama dan Gelar Abdi Dalem dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Begini Ciri-cirinya

Minggu, 7 November 2021 12:50 WIB

Share
Para abdi dalem Kasunanan Surakarta Hadiningrat/Dok. Istimewa
Para abdi dalem Kasunanan Surakarta Hadiningrat/Dok. Istimewa

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Menjadi  PNS era sekarang boleh dikata nyaman dan aman. Guncangan keras Covid-19 membuktikkan PNS kebal krisis karena meski gak kerja masih gajian. Namun menjadi PNS juga susah karena harus ikut tes bertingkat-tingkat.

Di jaman dulu saat negara ada di ampu para raja, menjadi abdi dalem juga hal yang didambakan (bahkan hingga saat ini meski gaji kecil), Namun rakyat yang punya keahlian langsung bisa jadi pegawai kerajaan.

Enaknya jadi pegawai raja seperti juga PNS, karena punya status tinggi, punya gaji, diberi rumah dan gelar. Hingga tukang batu sekalipun pasti dapat gelar. 

Mau tahu gelar-gelar yang diberikan? Rakyat jelata atau para kawula yang diberi gelar raja disebut abdi dalem keraton. Semua orang yang ada hubungannya dengan pekerjaan di keraton disebut abdi dalem, entah itu anak, saudara, bulik, pakde, embahe- nya raja sekalipun, termasuk juga patih, menteri, tukang sapu hingga bupati, semuanya disebut abdi dalem keraton.

Jabatan dan gelar dari keraton bisa dilihat dari jenis pekerjaan mereka. Simak secara seksama gelar-gelar dibawah ini:

Bupati Nayaka Jero dan Anom-anom Jero, tugasnya menjaga keamanan di dalam keraton, gelarnya pakai Ngrat. Misalnya RMT Mangkudiningrat bupati keparak kiwo atau Raden Mas Tumenggung Wreksodiningrat – bupati Kalang. (Biasanya pakai Diningrat,  kalau nama orangnya Soemo jadi Soemodiningrat bukan Soemongrat).

Bupati Nayaka Jaba dan Anom-anom Jaba, tugas seperti polisi di seluruh Negara, dan petugas pajak, gelar Nagara. Pangkatnya Tumenggung. Misalnya Raden Mas Tumenggung Prawiranegara, Sutanagara, Yudanagara.
 
Kliwon Nayaka Jaba Jero – Kliwon Anom-anom Jaba Jero, tugas seperti polisi dan petugas pajak juga. Gelarnya Pura, prakteknya ditambah Di, menjadi Dipura. Pangkatnya Ngabei. Contoh Raden Mas Ngabei Bejodipuro, Pramanadipuro, Wignyodipuro, Puspitadipura.
Kliwon Polisi, tugasnya sebagai polisi, gelar wadana. Contonya Raden Ngabei Giyanawadana.
 
Panewu Jabo gelarnya di depan Praja, contohnya Raden Ngabei Prajasoebianto. Gelar Praja di belakang Panewu Jero contohnya Rng Sumadipraja.
 
Mantri Keparak Kiwa, pangkatnya Mantri, tugasnya di dalam keraton, gelarnya Sura. Contohnya Mas Ngabei Suratuhu, Mng Suramuninggar, Mng Surakarta, Mng Surahabibi. (Ini Mas lho yo, bukan Raden).


Mantri Keparak Tengen, gelarnya Jaya, contohnya Mas Ngabei Jayamiharja, Mng Jayakarta, Mng Jayawijaya.
 
Mantri Gedong Kiwo, gelar Karta. Contohnya Mas Ngabei Kartatembaga, Mng Kartakreteg, Kartaguhmana, Kartawahyudi.
 
Mantri Gedhong Tengen, gelar Wiryo, contonya Mas Ngabei Wiryaraisa.
Mantri Bumi, gelar Reksa Contoh, Mas Ngabei Reksagriyarusun
Mantri Sewu, gelar Wangsa, contohnya Mas Ngabei Wangsadinama
Mantri Panumping, gelar Mangun, Contoh Mas Ngabei Manguntalsego
Mantri Gede, gelar Suta, contohnya Mas Ngabei Sutaresmi

Panewu Mantri Jeksa, gelar Pradata atgau Rangga, contoh Mas Ngabei Bismarpradata, Mas Ngabei Ranggapanambang. (Ngabei dan Rangga itu sama)
 
Panewu Menteri Polisi Kabupaten, gelar Pranata, contoh Mas Ngabei Wiropranata

Panewu Mantri Hordenas, gelar Atma, conto Mas Ngabei Atmadurrahman
Panewu Mantri Carik, gelar Sastra, conto Mas Ngabei Sastrambulet
Panewu Mantri Kebayan, gelar Cundhakan, conto Mas Ngabei Kartikacundhaka
 
Panewu Mantri Keraton, gelar Hamong, Conto Mas Ngabei Hamongrumongso
Panewu Mantri Panegar, gelar Tali, conto Mas Ngabei Talidadungulet

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar