Sanggar Senaputra Malang Terima Media Pembelajaran Seni Tari Online dari UNM

Minggu, 10 Oktober 2021 16:20 WIB

Share

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Pada bidang kesenian khususnya mereka yang memiliki sanggar tari, saat pandemi ini mengalami kesulitan untuk melakukan pembelajaran pada murid sanggar dengan sistem tatap muka. Sehingga memerlukan terobosan baru dengan pembelajaran secara online. Namun demikian materi atau bahan pembelajaran kadang masih mengalami keterbatasan.

Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M Universitas Negeri Malang, dengan peka menangkap hal itu dan melakukan aksi kepedulian yang dinamakan, Pengabdian Bimbingan Dan Pelatihan Media Daring Tari Khas Malang Berbasis Topeng Sebagai Solusi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 Bagi Anggota Sanggar Tari Senaputra Malang, Minggu (10/10) di Kota Malang.

Ketua Pelaksana Dr. Robby Hidajat, M.Sn menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut bertujuan membantu mengembangkan sanggar seni tari Senaputra Malang, untuk merintis pembelajaran online.

"Karena kondisi pendemi Covid-19 yang melanda Indoneisa telah berlangsung kurang lebih dua tahun ini. Tentunya merugikan secara ekonomi dan kreativitas para pelatih seni tari karena tidak mengajar, serta merugikan siswa untuk mengembangkan kesempatan kesempatan emasnya dalam mengembangkan bakat, karena tidak belajar," ungkap Robby.

Selain itu Robby Hidajat juga memiliki tim yang beranggotan Dra. EW. Suprihatin, M.Pd. dan Ika Wahyu Widiawati, M.Pd.
Sebagai tim pelaksana pengabdian masyarakat dosen Seni dan Desain Fakultas Sastra Universias Negeri Malang. 

Mereka bekerjasama mencari solusi  kendala tersebut, dan memutuskan untuk melakukan pembimbingan dan pelatihan pembelajaran daring melalui aplikasi media belajar online. Proses kegiatan pengabdian ini sudah berlangsung sejak bulan Maret dan berakhir di bulan Nopember 2021.

Media pembelajaran seni tari online ini dapat diakses oleh pelatih dan juga siswa dari jarak yang jauh. Bahkan dapat melakukan keaktifan (presensi) dan juga ujian dengan cara mengunggah kemampuan mendalami sebuah tarian sesuai dengan jenjang kelas yang dipilihnya.

"Hal ini belum ada sanggar tari tradisional yang melakukan, jika dari pihak sanggar tari Senaputra dapat mengembangkan setelah pelatihan ini usai. Maka tidak menutup kemungkinan, akan dapat membantu para pembelajar seni tari yang rumahnya jauh dari sanggar," paparnya.

Robby Hidajat bersama tim teknisi yang terdiri dari Muhammad Affaf Hasimy dan Harda Gumelar memperagakan sistem operasional, dan mempersilahkan para pelatih untuk mencoba, bahkan sebagai pembenahan status para pelatih, tim pengabdian juga menyerahkan desain tanda anggota yang selama ini masih belum dianggap penting.

Karena komunitas yang professional dan juga sebagai bukti identitas agar para pengguna media online juga semakin meyakini.

Koordinartor pelatih sanggar, Siti Sofiana, S.Pd, menyampaikan latar belakang Sanggar Tari Senaputra dan struktur organisasi nya, merasa tertantang untuk meningkatkan sanggar yang selama ini masih dilaksanakan secara konvensional.

"Sistem pembelajaran online ini memang masih besifat perintisan. Jika nantinya berkembang baik, diharapkan tahun mendatang dapat diusulkan bantuan peningkatan program dan dukungan perangkat pembelajaran yang lain, misalkan buku seni tari digital," pungkas Robby. (GG).**

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler