Festival Padi di Banyuwangi, Mendorong Petani Lebih Produktif, Begini Faktanya

Selasa, 21 September 2021 20:22 WIB

Share
Bupati Banyuwang, Ipuk Fiestiandani saat membuka Festival Padi di Banyuwangi. Foto: pemkab Banyuwangi
Bupati Banyuwang, Ipuk Fiestiandani saat membuka Festival Padi di Banyuwangi. Foto: pemkab Banyuwangi

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Banyuwangi menggelar Festival Padi di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/2021).

Festival digelar di atas lahan pertanian seluas 3 hektar, tepatnya di Dusun Rembang, Desa Banjar yang berada di lereng Gunung ijen, dengan protokol kesehatan ketat.

Kabupaten Banyuwangi selama ini telah dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional yang selalu surplus 300.000 ton beras setiap tahunnya.

Bupati Banyuwang, Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi sudah dikenal sebagai salah satu lumbung padi.

"Festival Padi ini menanamkan semangat kepada kami, baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk mempertahankan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),"kata Ipuk.

Ipuk mengapresiasi Desa Banjar yang telah memiliki peraturan desa yang mengatur pemanfaatan lahan efektif di areal pertanian maupun perkebunan.

Berdasarkan perdes setempat, kawasan pertanian di desa yang bisa digunakan untuk lahan efektif (bangunan tertutup).

Aturaya hanya 1 persen dari lahan yang ada, sementara di kawasan perkebunan, maksimal 5 persen dari lahan yang ada.

“Saya mengapresiasi Desa Banjar, semoga kawasan ini tetap terjaga. Saya titip ya Pak Kades,” kata Ipuk kepada Kades Banjar Sunandi yang juga hadir.

Lahan pertanian di area itu pun disulap menjadi arena festival yang menarik.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar