16 Pembom Langgar Wilayah Udara Malaysia, Dubes China Dipanggil

Rabu, 2 Juni 2021 18:37 WIB

Share
16 Pembom Langgar Wilayah Udara Malaysia, Dubes China Dipanggil<br>
Pembom China Ilyushin Il-76 saat disergap.(FB/TUDM)

JATIM.POSKOTA.CO.ID - Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein pada Selasa (1 Juni) mengatakan dia akan memanggil duta besar China di negara itu atas manuver 16 pesawat militer China di wilayah udara dekat negara bagian Sarawak, Malaysia Timur, yang sama saja dengan “pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Malaysia”.

Pernyataan Hishammuddin mengikuti pengumuman sebelumnya oleh Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) bahwa pada Senin sore mereka mengerahkan jet untuk mencegat 16 pesawat China yang hampir melanggar wilayah udara nasional negara Asia Tenggara itu.

Dalam tanggapan segera, China mengatakan "kegiatan yang dilaporkan" adalah bagian dari pelatihan penerbangan rutin yang "tidak menargetkan negara mana pun" dan mematuhi hukum internasional.

Klaim sembilan garis putus-putus Beijing yang kontroversial atas Laut Cina Selatan membentang jauh ke perairan di negara bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia Timur.

Negara Asia Tenggara dan negara-negara penggugat lainnya terhadap Beijing dalam sengketa laut menganggap klaim China ilegal menurut hukum internasional.

RMAF mengatakan penerbangan pesawat China pertama kali terdeteksi oleh Pusat Pertahanan Udara di Sarawak pada pukul 11.53 pagi pada hari Senin, mendekati Wilayah Informasi Penerbangan (FIR) Kota Kinabalu melalui area yang merupakan bagian dari FIR Singapura.

Pesawat China "terbang dalam formasi taktis" dan terdeteksi terbang antara 23.000 kaki dan 27.000 kaki (7km dan 8,2km) di atas permukaan laut dengan kecepatan 290 knot memasuki zona maritim Malaysia.

Pesawat China tidak mematuhi instruksi kontrol lalu lintas udara Malaysia untuk melakukan kontak dengannya begitu mereka memasuki FIR (Flight Information Region) Kota Kinabalu, dan kemudian, angkatan udara Malaysia menerbangkan jet tempur Hawk 208 dari skuadron ke-6 Pangkalan Udara Labuan untuk melakukan "pengawasan visual". identifikasi” dari pesawat-pesawat China, kata pernyataan RMAF.

Pesawat itu diidentifikasi sebagai Ilyushin 1l-76s dan Xian Y-20s.

Selanjutnya, pesawat-pesawat keluar dari FIR Kota Kinabalu melalui FIR Singapura, seperti yang ditunjukkan oleh grafik yang dirilis oleh RMAF.

Halaman
Reporter: Admin Jatim
Editor: Admin Jatim
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar