Chirtian Sebut Bonus Demografi Bisa Menjadi Kerugian Bila Tidak Dikelola dengan Baik 

Rabu, 26 Mei 2021 16:16 WIB

Share
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kepemudaan, Biro Kesra, Biro Kesra Jawa Timur / Dok Poskota

Untuk itu Christian menyarankan kepada Pemprov, melalui Biro Kesra harus segera bertindak, salah satunya adalah menentukan dan mengumpulkan para stekeholder, agar program ini bisa berjalan sukses.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Rudi, pengusaha muda Surabaya yang sering "wira-wiri" Surabaya - NTT.

"Saya tidak setuju adanya bonus demografi, saya ambil contoh kecil, saya melihat sendiri di daerah (dirahasiakan) banyak perempuan dibawah umur yang menjual diri, maka lima tahun kemudian bila pengelolaannya salah, hal ini akan menjadi beban" kata Rudi

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari para usahawan yang yang telah berhasil, sebut Imam, yang mengolah daun kelor menjadi produk kesehatan, yang diberi merk dagang Kelir.

Selain produk kelor, pada kesempatan itu juga disampaikan kisah sukses, yakni keberhasilan mengekpor arang ke luar negeri yakni Inggris.

Pada sesi akhir, tidak hanya para pengusaha, dan para penggerak pemberdayaan masyarakat yang semangat, ternyata Raka Raki yang turut hadir menjadi undangan juga sangat antusias terhadap program ini, hingga menawarkan diri untuk menjadi brand ambasador melalui Sosial Media, tidak ketinggalan jaringan Media Online Tingkat Nasional juga menyatakan diri siap untuk mempublikasikan produk-produk mereka.

Acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kepemudaan ini, tidak berhenti disini, acara ini akan dilanjutkan tentu dengan topik yang berbeda, dan dalam waktu dekat.**

Halaman
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler