Makna Cinta Mistis Yang Nyata , Filosofi Tari Tradisional Sintren Cirebon

Kamis, 31 Desember 2020 09:46 WIB

Share
Makna Cinta Mistis Yang Nyata , Filosofi Tari Tradisional Sintren Cirebon

POSKOTAJATIM

Kebudayaan tarian jadi salah satu jagoannya Indonesia. Keberagaman tarian dengan ciri khas setiap daerah dan dikaitkan dengan hal mistis di masyarakatnya, termasuk yang paling fenomena adalah Sintren. Tarian khas Cirebon ini berbeda karena dalam praktiknya tak hanya melibatkan. Jadi, penari tak hanya bergerak sesuai kemauannya, tapi juga mereka yang merasuki. 

Sintren dikenal juga dengan nama lain adalah kesenian tari tradisional masyarakat dari Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian sintren terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tari sintren dikenal sebagai tarian dengan unsur mistis, tari ini ada karena berawal dari cerita cinta nyata kasih Sulasih dengan Sulandono. 


BACA JUGA : Makanan Enak Sederhana, Cara Bikin Ayam Balado Pedas dan Nikmat, Resep Makanan Enak


Filosofi Sintren 

Nama ‘Sintren’ dalam tarian ini berasal dari suku kata ‘Si’ yang berarti dia dan ‘tren’ yang merupakan panggilan dari seorang ‘putri’. Tarian Sintren ini berasal dari Pulau Jawa khususnya di Cirebon. Tari sintren juga dikenal di Banyumas, Brebes, Indramayu, Jatibarang, Kuningan, Majalengka, Pekalongan, Pemalang, dan Tegal.  

Sejarah yang melatarbelakangi tarian ini adalah kisah cinta antara Raden Sulandono dan Putri Sulasih yang berasal dari Desa Kalisalak. Raden Sulandono merupakan putra dari Ki Bahurekso, bupati Kendal dengan Dewi Rantamsari atau dikenal sebagai Dewi Lanjar. Hubungan asmara antara Raden Sulandono dan Sulasih tidak disetujui oleh Ki Bahurekso. Akhirnya Sulasih mengabdikan dirinya sebagai penari sedangkan Raden Sulandono pergi bertapa. 

Sang roh ibu dari Raden Sulandono yaitu Dewi Lanjar sedang mengatur pertemuan Raden Sulandono dan Putri Sulasih. Ia memasukkan roh bidadari pada tubuh Sulasih dan memanggil Raden Sulandono, anaknya yang saat itu sedang bertapa. Raden Sulandono dan Putri Sulasih tetap bertemu walaupun di alam gaib hingga saat ini. Sejak saat itu masyarakat mengadakan Tarian Sintren di setiap acara-acara tradisional. 

Halaman
Reporter: Tania
Editor: Admin Jatim
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler